Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada akhir perdagangan pekan ini.
Tekanan jual yang muncul sejak awal sesi membuat laju indeks tidak mampu bertahan di area positif.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026) melemah 41 poin atau 0,46% ke level 8.951,01. Dengan hasil tersebut, IHSG tercatat turun 1,37% sepanjang sepekan perdagangan terakhir.
Baca Juga: Cek Saham Net Buy Terbesar Asing Saat IHSG Terkoreksi 2 Hari Beruntun, Kamis (22/1)
Pelemahan IHSG pada Jumat didorong oleh kinerja mayoritas indeks sektoral. Dari sebelas sektor yang ada, sembilan sektor berakhir di zona merah dan menjadi pemberat utama pergerakan indeks.
Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 2,29%, disusul sektor barang konsumer nonprimer yang melemah 2,25% dan sektor perindustrian turun 1,53%.
Tekanan juga terjadi pada sektor energi yang terkoreksi 0,96%, sektor properti dan real estat 0,70%, teknologi 0,60%, keuangan 0,45%, serta barang konsumer primer 0,19%.
Di tengah pelemahan pasar, hanya dua sektor yang mampu menguat, yakni sektor kesehatan yang naik 0,64% dan sektor infrastruktur yang menguat 0,17%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi saham di BEI pada Jumat mencapai 63,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 31,77 triliun.
Baca Juga: IHSG Reli 5 Hari, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing pada Selasa (20/1)
Namun di tengah koreksi IHSG, investor asing mencatat net buy jumbo Rp 759 miliar di seluruh pasar.
Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Jumat:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 128,07 miliar
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 125,1 miliar
3. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 98,3 miliar
4. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 76,76 miliar
5. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 71,52 miliar
6. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 71,43 miliar
7. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 70,04 miliar
8. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 45,65 miliar
9. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) RP 43,02 miliar
10. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 40,1 miliar
Selanjutnya: Pelaksanaan Haji 2026 Kembali Gunakan Skema Murur &Tanazul, Kurangi Kepadatan di Mina
Menarik Dibaca: Hasil Indonesia Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Semifinal, Segel 1 Tiket Final
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Analisis Saham
- IHSG
- Indeks Harga Saham Gabungan
- pasar saham
- Bursa Efek Indonesia
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
- PT Barito Pacific Tbk
- net buy
- saham properti
- rekomendasi saham
- strategi investasi
- investor asing
- Saham Teknologi
- Saham Energi
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
- Astra International (ASII)
- Saham Kesehatan
- Saham Pilihan Asing
- Sektor Saham
- Koreksi IHSG
- Rukun Raharja (RAJA)
- Saham Keuangan
- saham infrastruktur
- Barito Pacific (BRPT)
- Darma Henwa (DEWA)
- Adaro Andalan Indonesia (AADI)
- Alamtri Minerals Indonesia (ADMR)
- Barito Renewables Energy (BREN)
- Raharja Energi Cepu (RATU)
- Trimegah Bangun Persada (NCKL)
- saham transportasi
- saham barang konsumer
- saham industri













