kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.062   62,00   0,34%
  • IDX 5.831   -109,85   -1,85%
  • KOMPAS100 773   -12,85   -1,64%
  • LQ45 583   -6,25   -1,06%
  • ISSI 203   -3,48   -1,69%
  • IDX30 330   -3,96   -1,19%
  • IDXHIDIV20 409   -3,48   -0,84%
  • IDX80 88   -1,29   -1,45%
  • IDXV30 112   -1,92   -1,69%
  • IDXQ30 107   -1,11   -1,03%

Asing lepas saham Rp 4,36 triliun sejak awal tahun, begini rekomendasi analis


Rabu, 07 Agustus 2019 / 20:06 WIB


Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan aksi jual asing. Secara year to date, asing terus keluar dari pasar saham reguler sebesar Rp 4,36 triliun. Sejauh ini, dominasi investor domestik sebesar 32,32% di Bursa Efek Indonesia (BEI), lebih besar dibandingkan asing sekitar 17,68%.  

Kepala Riset Oso Sekuritas Ike Widiawati menyatakan asing sejak Mei hingga Agustus, Rabu (7/8) masih melakukan aksi jual. Sektor pertambangan menjadi saham terbesar yang dilepas asing. Ike mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar karena harga komoditas rata-rata turun. 

Baca Juga: Ditopang sentimen domestik, IHSG diprediksi kembali menguat besok

Saham sektor pertambangan yang mengalami aksi jual asing (net foreign sell) ialah emiten yang khususnya mengandalkan komoditas batubara seperti saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). 

"Wajar jika asing melakukan aksi jual untuk saham yang memproduksi batubara. Sebab, komoditas batubara memang turun signifikan dibandingkan komoditas lain," ujar Ike kepada Kontan pada (7/8). 

Berdasarkan catatan Ike, harga batubara per 6 Agustus 2019 ditutup di harga US$ 72,75 per ton, turun 30,34%. 

Selain saham sektor pertambangan, saham yang juga terkena aksi jual asing yang cukup besar ialah sektor pakan ternak, rokok, dan infrastruktur di bidang telekomunikasi. Antara lain saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), serta PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). 

Penyebab emiten pakan ternak mengalami aksi jual asing karena harga jual unggas lebih rendah daripada harga bahan pokok pangan. Itu memberikan dampak negatif ke sektor pakan ternak (poultry). 

Baca Juga: Pengaruh pelemahan yuan ke pasar modal hanya jangka pendek

Pada saat yang sama, analis Paramita Alfa Sekuritas Evan Fajrin menyatakan penyebab adanya aksi jual asing karena pelaku pasar cemas perlambatan ekonomi akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×