kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Aset emerging market diburu lagi, mata uang Asia kuat


Rabu, 01 September 2010 / 13:09 WIB


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Hari ini, sejumlah mata uang Asia kian perkasa atas dolar. Penguatan dipinpin oleh won Korea Selatan dan baht Thailand. Ada optimisme di pasar atas pertumbuhan manufaktur dan ekspor di kawasan regional sehingga memicu investor asing untuk menggenggam aset-aset di emerging market.

"Data yang dirilis hari ini cukup positif. Pertanyaannya adalah apakah hal ini bisa bertahan," kata S Jehathesan, foreign exchange trader EON Capital Bhd di Kuala Lumpur.

Asal tahu saja, pada pukul 11.20 waktu Seoul, won menguat 0,6% menjadi 1.191,20 per dolar. Ini merupakan penguatan terbesar sejak 17 Agustus lalu. Sementara, baht Thailand menguat 0,3% menjadi 31,21 dan ringgit Malaysia menguat 0,3% menjadi 3,1405.

Jika dilihat, won mengalami rebound dari pelemahan sebesar 1,3% pada Agustus lalu setelah ada pengumuman dari kementrian Perekonomian Korsel kalau tingkat ekspor meningkat 29,6% dari tahun lalu pada Agustus.

"Pertumbuhan ekspor cukup tinggi dan bursa saham Korea sangat kuat," jelas Peter Park, income analis Woori Investment & Securities di Seoul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×