kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AS dan China saling ancam, Bursa Asia menahan penguatan


Rabu, 12 September 2018 / 08:31 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa Asia masih berkutat di kisaran terendah dalam 14 bulan pada perdagangan Rabu pagi (12/9). Kepercayaan diri investor masih goyang akibat saling ancam verbal antara Amerika Serikat dan China makin panas. 

MSCI Asia Pasifik di luar Jepang kehilangan 0,05% pada pagi ini dan masih berada di kisaran level terendah Juli 2017 sejak Senin lalu. 

Indeks Nikkei di Tokyo turun 0,25%, Indeks ASX 200 di Australia melandai 0,3%, dan Indeks Kospi di Korea Selatan naik tipis 0,1%. 

Pelemahan Bursa Asia pagi ini dipicu kekhawatiran investor akan aksi saling ancam perdagangan antara AS dan China. Beijing kemarin meminta izin pada World Trade Organization (WTO) rencana menjatuhkan sanksi US$ 7 miliar atas AS yang dituding tak mematuhi aturan perselisihan dugaan dumping. 

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali akan mengambil langkah keras terhadap China. Saat ini, masyarakat global tengah menanti keputusan Trump atas rencana kenaikan tarif yang bakal menimpa US$ 200 miliar produk impor China.  

Pergerakan bursa Asia pagi ini tak seiring dengan Wall Street yang menguat pada perdagangan kemarin. Dow Jones pada penutupan dini hari tadi tercatat naik 0,44% dan Indeks S&P 500 naik 0,37%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×