kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

AS dan China gencatan senjata perang dagang, bursa Asia bisa reli


Senin, 03 Desember 2018 / 06:49 WIB

AS dan China gencatan senjata perang dagang, bursa Asia bisa reli
ILUSTRASI. Presiden AS bertemu Presiden China


KONTAN.CO.ID - SIDNEY. Bursa Asia kemungkinan reli pada Senin (3/12) setelah kesepakatan antara Amerika Serikat dan China untuk melakukan gencatan senjata tarif dagang. Keputusan dua negara ini membawa kelegaan bagi pasar yang selama ini khawatir akan nasib pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pagi ini, bursa Australia dibuka dengan penguatan 1,35%. Aussie juga melompat 0,9% menjadi AUD/USD $0.7381. 


Menurut Ekonom ANZ Jo Masters pada Reuters, pasar dibuka dengan kembalinya selera investor pada aset lebih berisiko. "Tapi, waktu yang akan memperlihatkan seberapa optimis pasar sebenarnya," katanya. 

Kedua belah pihak, AS dan China, sama-sama mengklaim mendapat keuntungan dari kesepakatan gencatan perang dagang tersebut. Meski tak ada perbedaan dari kondisi sekarang, kesepakatan tersebut setidaknya bisa menjadi prospek melihat bisnis ekspor pertanian, salah satu kunci ekonomi AS. 

Gencatan senjata
 

AS sepakat tidak ada kenaikan tarif impor berlaku terhadap US$ 200 miliar produk impor China per 1 Januari mendatang. Ini adalah salah satu kesepakatan gencatan senjata tarif perang dagang AS dan China setelah Presiden Donald Trump dan Xi Jinping bertemu Sabtu lalu di pertemuan KTT G-20 di Argentina. 

Tadinya, Trump akan memberlakukan tarif lebih tinggi yaitu 25% dari sebelumnya 10% terhadap US$ 200 produk impor dari China. Gedung Putih mengumumkan, AS tidak akan menaikkan tarif tersebut "saat ini".

"China akan setuju untuk membeli produk pertanian, energi, industri, dan lainnya yang belum disepakati, tetapi sangat besar dari Amerika Serikat untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara kami," kata Gedung Putih. Pembelian produk pertanian oleh China malah akan dilakukan segera. 

Kedua pemimpin juga sepakat untuk segera memulai pembicaraan dengan respek, tentang perubahan struktural sehubungan dengan transfer teknologi, perlindungan hak milik intelektual, hambatan non-tarif, intrusi cyber dan pencurian cyber, jasa dan pertanian.

Kedua negara sepakat melakukan transaksi ini dalam 90 hari ke depan. Jika gagal, kata Gedung Putih, tarif 10% akan dinaikkan menjadi 25%.

Diplomat top pemerintah China, Penasihat Negara Wang Yi mengatakan, negosiasi dilakukan dalam suasana yang ramah dan terus terang.

"Kedua presiden sepakat bahwa kedua belah pihak dapat dan harus mendapatkan hubungan bilateral yang tepat," kata Wang.

Dia bilang, China setuju untuk secara bertahap mengurangi ketidakseimbangan dalam perdagangan dua arah.

Pengumuman ini disebutkan setelah Trump dan Xi bertemu 2,5 jam di akhir masa pertemuan KTT G-20. Perang dagang, telah menggantungi pasar selama ini lantaran dikhawatirkan akan menjegal pertumbuhan ekonomi global, mengingat terjadi di antara dua negara dengan perekonomian terbesar dunia. 


Reporter: Sanny Cicilia
Editor: Sanny Cicilia

Video Pilihan


Close [X]
×