Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.173
  • EMAS672.000 0,90%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Arthavest (ARTA) buka opsi right issue untuk ekspansi bisnis

Rabu, 09 Januari 2019 / 20:56 WIB

Arthavest (ARTA) buka opsi right issue untuk ekspansi bisnis
Tanda tangan elektronik Digisign dari PT Solusi Net Internusa, anak usaha ARTA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arthavest Tbk  tengah menyiapkan strategi sumber pembiayaan untuk mewujudkan rencana melakukan diversifikasi bisnis pada 2020. Sebab emiten dengan kode saham ARTA ini berencana mendiversifikasi bisnisnya ke sektor industri keuangan, khususnay di bidang digital signature dalam empat tahun ke depan. 

Langkah pertama yang akan ditempuh ARTA adalah akan melakukan right issue di 2020. Untuk diversifikasi bisnis tersebut, ARTA memperkirakan kebutuhan dana perusahaan hingga 2022 sebesar Rp 80 miliar.

Dengan rincian, Rp 50 miliar untuk memenuhi kebutuhan belanja modal PT Sentral Pembayaran Indonesia (SPIN), sedangkan Rp 30 miliar untuk memenuhi kebutuhan anak usaha SPIN yakni PT Solusi Net Internusa (SNI) dalam mengembangkan bisnis digital signature.

"Pilihannya (sumber pendanaan) bisa right issue, pendanaan perbankan atau mengandalkan dividen anak usaha," kata Direktur Utama ARTA Yeremy Vincentius, Rabu (9/1).

Sampai saat ini, sumber pendapatan ARTA hampir 100% berasal dari bisnis perhotelan, di mana ke depan perusahaan berharap kontribusi bisnis industri jasa keuangan terhadap pendapatan perusahaan itu bisa lebih dari 50%.

"Opsi pertama kita lebih dari dividen anak perusahaan, karena Rp 80 miliar itu enggak akan langsung kita gelontorkan (tahun ini), tapi pelan pelan. Harapannya, itu akan rotasi sendiri," jelasnya.

Opsi kedua yang memungkinkan dipilih perusahaan itu untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, yakni lewat right issue. Hanya saja, kemungkinan tersebut belum akan dilakukan tahun ini, mengingat kemampuan dividen anak usaha diklaim masih mencukupi.

"Karena (kebutuhan belanja modal) bertahap, tahun ini kita perkirakan investasinya enggak sebesar itu, mungkin di 2020 baru mulai besar, sehingga peluang right issue baru di 2020 atau 2021," paparnya.

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0019 || diagnostic_api_kanan = 1.8053 || diagnostic_web = 20.6182

Close [X]
×