kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

APLN kejar penjualan Podomoro Golf View


Senin, 06 Maret 2017 / 20:55 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Minat konsumen untuk memiliki unit apartemen masih terus ada. Setidaknya, ini terlihat dari penjualan salah satu portofolio PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), Podomoro Golf View (PGV).

"Dari 3 tower yang dipasarkan, sebesar 85% dari total unit sudah terjual saat peluncurannya beberapa waktu lalu," kata Agung Wirajaya, AVP Strategic Marketing Residential APLN dalam keterangan resminya, Senin (6/3).

Total ada 4.000 unit apartemen dari tiga tower tersebut. Dengan harga mulai Rp 198 juta per unit, artinya APLN sudah mengantongi pemasukan setidaknya Rp 673,2 miliar.

Tak mau ketinggalan peluang itu, APLN tahun ini akan fokus membangun tower keempat. Perseroan mengincar penjualan minimal Rp 400 miliar dari penjualan unit tower ini.

PGV merupakan portofolio bisnis milik APLN berkonsep superblok yang berlokasi di Cimanggis, Depok. Ke depan, Perseroan akan membangun 25 tower apartemen. Sehingga, nanti akan ada 37.000 unit apartemen di situ.

Agung bilang, tingginya serapan pasar di superblok seluas 60 hektar itu lantaran lokasi PGV yang dekat dengan fasilitas kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT). "Kami terinspirasi dari apartemen di Jepang dan Hong Kong," imbuh Agung.

Layanan apartemen di Jepang dan Hongkong dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Disana, apartemen yang dilengkapi, atau berjarak dekat, dengan stasiun kereta commuter line, biasanya lebih mahal daripada apartemen yang jauh dari stasiun.

Sebenarnya PGV sudah sangat strategis karena hanya perlu sekitar 25 menit ke Jakarta melalui jalan tol Jagorawi. "Tapi dengan adanya LRT, ini akan menambah alternatif akses transportasi bagi para konsumen," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×