kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

APEX tak tahu saham dilepas induk usaha


Selasa, 01 Juli 2014 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah berencana melakukan perbaikan terhadap Peraturan Presiden (Perpres) No. 44 Tahun 2020. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Manajemen PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) belum mengetahui transaksi tutup sendiri saham (crossing saham) yang terjadi pada Selasa (1/7) ini.

Frangky Ertanto, Media and Government Relations APEX mengatakan, pihaknya belum tahu soal crossing saham yang bernilai Rp 1,8 triliun, dengan jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 631,99 juta saham. "Kami belum mendapat informasi adanya pelepasan saham dari induk usaha," tuturnya saat dihubungi KONTAN, siang ini.

Frangky bilang, sejak hari ini perseroan mulai efektif merger dengan induk usaha PT Apexindo Energi Investama (AEI) seperti yang diumumkan pada 4 April lalu. Pasca merger, kinerja APEX berpotensi menurun karena induk usaha (AEI) mencatat kerugian bersih US$ 13,80 juta. Sementara, keuntungan APEX di 2013 sebesar US$ 49,29 juta, akan berubah menjadi rugi bersih US$ 9,95 juta pasca merger.

"Merger ini hanya untuk merampingkan struktur kepemilikan," jelas Frangky.

Hingga penutupan bursa di sesi pertama, saham APEX masih bergerak stagnan, di level Rp 3.815 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×