kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Antisipasi BI rate, rupiah cenderung flat


Selasa, 17 November 2015 / 16:41 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Antisipasi hasil rapat penentuan suku bunga Bank Indonesia membuat rupiah cenderung bergerak flat.

Di pasar spot, Selasa (17/11) nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS menguat tipis 0,02% ke level Rp 13.746. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah tergerus 0,15% ke level Rp 13.711 per dollar AS.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, pelaku pasar telah mengantisipasi keputusan suku bunga BI. "Saat ini sepertinya BI rate masih ditahan, namun bulan depan ada peluang naik," ujarnya.

Menurut Agus, kenaikan BI rate bulan depan seiring dengan naiknya suku bunga The Fed. Hal ini pun akan menjadi sentimen utama yang menggerakkan nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS hingga akhir tahun.

Sebelumnya, rupiah sempat tertekan lantaran isu keamanan di Perancis. Setelah ada teror kota Paris, para investor mengalihkan investasi ke instrumen yang lebih aman yakni dollar AS. Naiknya permintaan USD akhirnya menyeret rupiah.

Besok, Agus menduga para pelaku pasar akan fokus pada data inflasi AS yang dirilis nanti malam. Inflasi negeri paman sam pada bulan Oktober diprediksi naik menjadi 0,2% dari sebelumnya minus 0,2%. Jika hasil sesuai proyeksi maka akan mendukung kenaikan suku bunga The Fed akhir tahun sehingga menjadi sentimen negatif bagi rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×