kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Analis: Stock split PTRO kurang menarik


Selasa, 06 Maret 2012 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi ibu hamil


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Belakangan, beredar anggapan yang menyebut saham emiten di Indonesia termasuk premium. Hal ini yang kemudian melatarbelakangi sejumlah emiten untuk melakukan pemecahan saham alias stock split.

Hari ini, Selasa (6/3), PT Petrosea Tbk (PTRO) akan melangsungkan stock split dengan rasio pemecahan unit saham 1:10.

Pada perdagangan Senin (5/3) lalu, saham anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) tersebut ditutup di level Rp 44.000 dan pada pembukaan perdagangan hari ini pun saham PTRO sudah diperdagangkan di Rp 4.400 per saham.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menilai, pemecahan saham yang dilakukan PTRO tidak akan terlalu menarik. Alasannya, sebagai perusahaan, PTRO tidak terlalu dominan karena industrinya cenderung flat saat ini. "Outlook kedepannya cenderung flat karena pendapatan dari lifting oil cenderung stagnan," jelasnya.

Bahkan saat ini, PTRO diperkirakan hanya menjaga permintaan dari pelanggan yang sudah ada. "Sepertinya prospeknya tidak akan sebaik Astra," tambahnya.

Memang selain PTRO, PT Astra International Tbk (ASII) pun berminat menggelar pemecahan saham dengan ratio yang sama, 1:10.

Semakin ramainya perusahaan menggelar stock split juga terjadi karena Bursa Efek Indonesia (BEI) juga sudah melakukan pemberitahuan kepada beberapa perusahaan yang sahamnya sudah termasuk jajaran mahal. "Kami sudah pernah melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan untuk mendorong mereka melakukan stock split," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×