kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Analis: Stock split BTEK, trading jangka pendek


Kamis, 03 Agustus 2017 / 20:24 WIB


Reporter: Nisa Dwiresya Putri | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Senin (31/7 ), pemegang saham PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) merestui rencana pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:8.

Saat ini, saham BTEK berharga Rp 1.000. Setelah stock split, harga sahamnya akan lebih murah di kisaran Rp 125.

“BTEK masih rugi laporan keuangannya, jadi enggak terlalu menarik. Saya belum rekomendasikan,” ujar Kevin Juido, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas.

Secara teknikal, Kevin juga melihat volume transaksi BTEK selama ini kurang baik. Menurutnya, saat harga jual BTEK berkisar di Rp 125 per saham, ada potensi trader masuk dan memanfaatkan momentum.

Hanya saja, Kevin belum melihat adanya tanda-tanda volume perdagangan BTEK akan membaik ke depannya. “Ada potensi bagus, tapi itu hanya menarik bagi trader dan investor jangka pendek,” tuturnya, Kamis (3/8).

Tak jauh beda, pengamat pasar modal Teguh Hidayat menyatakan, BTEK belum pernah masuk radar investor untuk dipelajari karena memang tidak likuid. “Kalau misalkan fundamentalnya bagus ya percuma sahamnya enggak bisa dibeli, karena enggak likuid,” ujar Teguh.

Jika setelah stock split nantinya saham BTEK menjadi likuid, Teguh bilang, pasar masih perlu meninjau fundamental emiten ini. “Kalau memang bagus, ya normalnya dia akan naik,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×