kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Analis sarankan lirik saham konstruksi & properti


Minggu, 10 September 2017 / 13:54 WIB


Reporter: Nisa Dwiresya Putri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Penurunan BI 7-Days Repo Rate oleh Bank Indonesia Agustus lalu, nyatanya juga diiringi penurunan harga saham emiten perbankan. Meski saham bank masih prospektif di 2018 nanti, analis menyarankan investor jangka panjang untuk melirik saham konstruksi dan properti.

Menengok sebulan ke belakang, harga saham beberapa emiten bank mulai turun. Contohnya, saham Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,66%, Bank Danamon Tbk. (BDMN) turun 3,20%, Bank Bank Bukopin Tbk. (BBKP) juga turun 1,64% .

Analis OSO Sekuritas Riska Afriani menilai, penurunan harga saham bank dipengaruhi sentimen turunnya pengembalian dana pihak ketiga (DPK). Meski demikian, secara umum Riska melihat bahwa saham perbankan masih prospektif.

Apalagi di 2018 mendatang target pertumbuhan ekonomi pemerintah lebih tinggi. Hanya saja perlu awas bahwa pemerintah sempat merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Sehingga masih mungkin berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Karena itu, untuk saat ini Riska lebih menyarankan investor dengan modal besar dan rencana investasi jangka panjang untuk melirik saham konstruksi dan properti terlebih dahulu. Pasalnya harga saham di sektor tersebut masih tergolong murah.

Beberapa saham konstruksi yang ada di catatan Riska adalah PTPP dengan potensi kenaikan harga 67%, WIKA dengan potensi kenaikan harga 53%, serta ADHI dengan potensi kenaikan harga 35%.

Untuk investor ritel, Riska memperkirakan bisa masuk di saham sektor tambang, yang mana kenaikan sahamnya terbilang musiman. “Di ritel bisa ke second liner atau third liner yg belum lebih banyak kenaikannya,” tambah Riska, Jumat (8/9) lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×