kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Analis Rekomendasi Beli Cicil Saham Blue Chip Ini Saat Net Sell Asing


Rabu, 03 April 2024 / 08:33 WIB
Analis Rekomendasi Beli Cicil Saham Blue Chip Ini Saat Net Sell Asing
ILUSTRASI. Analis Rekomendasi Beli Cicil Saham Blue Chip Ini Saat Net Sell Asing


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Analis rekomendasi investor untuk mulai cicil beli saham blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang libur perdagangan untuk perayaan Hari Raya Idul Fitri 2024. Banyak saham blue chip turun harga seiring investor asing ramai-ramai keluar dari bursa.

Saham blue chip adalah saham lapis satu di bursa efek yang memiliki fundamental kuat dan kapitalisasi pasar besar hingga ratusan triliun rupiah. Saham blue chip biasanya menjadi pilihan investasi banyak investor karena lebih minim risiko dari aksi spekulan.

Di BEI, saham yang identik blue chip adalah saham-saham di Indeks LQ45. Saham LQ45 berisi 45 saham paling likuid dalam perdagangan harian dan memiliki kapitalisasi pasar terbesar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,44% atau naik 31,92 poin ke level Rp 7.236,98 pada akhir perdagangan Selasa (2/4). Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 3,50 triliun dalam lima hari perdagangan terakhir.

Jika ditarik lebih jauh lagi, sebenarnya asing masih mencetak net buy senilai Rp 24,75 triliun sejak awal tahun. 

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mencermati, hengkangnya dana asing dari bursa Indonesia disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah. 

Adapun rupiah spot ditutup pada level Rp 15.897 per dolar Amerika Serikat (AS) di akhir perdagangan Selasa (2/4). Kurs rupiah melemah tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 15.895 per dolar AS.

Pergerakan rupiah spot tak sejalan dengan rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) terpantau stagnan di di level Rp 15.909 per dolar AS pada Selasa (2/4). 

"Ini lebih terkait karena pelemahan rupiah. Ini terkait dengan data ekonomi yang belakangan kurang mendukung seperti inflasi yang di atas ekspektasi dan data ekspor yang melemah," kata Martha kepada Kontan, Selasa (2/4).

Namun, Martha menilai aliran dana asing ini mengalir ke Jepang dengan tingkat di level yang wajar. Apalagi Bursa Efek Indonesia akan menghadapi libur panjang. 

Head of Research Mega Capital Sekuritas atau InvestasiKu Cheril Tanuwijaya menimpali tekanan investor asing ini juga karena faktor libur panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

"Dan indeks relatif sudah tinggi bahkan all time high dalam beberapa pekan sebelumnya. Dari eksternal, pasar juga masih menantikan langkah kebijakan moneter The Fed," ucapnya.

Cheril bilang saat ini suara The Fed sudah terpecah, ada yang sebagian memproyeksikan suku bunga sebanyak tiga kali dan. Sementara suara lainnya menilai suku bunga hanya akan dipangkas satu sekali. 

Baca Juga: Harga Saham Blue Chip Ini Melorot 8,77% Ytd, Analis Rekomendasi Trading Buy

Rekomendasi Saham

Di tengah posisi saat ini, investor bisa melakukan cicil beli atau pada saham-saham big caps yang tengah dijual asing. Berdasarkan data RTI, dalam lima hari terakhir saham perbankan masih menjadi bulan-bulanan asing. 

Dalam lima hari terakhir, asing mencatatkan net sell paling pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 2,3 triliun. Menyusul, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net sell Rp 1 triliun.

Investor asing juga tercatat melakukan net sell pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Astra International Tbk (ASII) masing-masing sebesar Rp 793,5 miliar, Rp 252,3 miliar dan Rp 170,9 miliar.

Cheril menilai ASII masih mencari dicermati karena dividend yield yang ditawarkan semakin membesar di tengah penurunan harga yang terjadi. Dia merekomendasikan beli ASII dengan target harga di Rp 5.500 dan stop loss Rp 5.000. 

"BBCA juga menarik untuk dicermati karena kinerja top line dan bottom line yang terus meningkat dan tingkat NPL rendah. Bisa beli BBCA dengan target do Rp 10.600 dan stop loss Rp 9.700," kata Cheril. 

Senada, Martha juga bisa memanfaatkan peluang untuk mencicil beli saham perbankan seperti BBCA dengan target harga di Rp 10.900 dan BMRI dengan target harga di Rp 6.900 per saham. 

Harga saham BMRI pada perdagangan Selasa 2 April 2024 ditutup di level 6.900 stagnan dibandingkan sehari sebelumnya. Dalam perdagangan 5 hari terakhir, harga saham BMRI turun 275 poin atau 3,83%.

Dalam 30 hari perdagangan, harga saham BMRI terakumulasi melemah 125 poin atau 1,78%. Namun sejak awal tahun 2024, harga saham BMRI masih meningkat 775 poin atau 12,65%.

Itulah rekomendasi saham blue chip untuk perdagangan hari ini, Rabu 3 April 2024. Ingat, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×