Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) baru-baru ini menyatakan bahwa divestasi Jalan Tol Waskita Transjawa ditunda selama satu tahun karena calon investor asing meminta penundaan penawaran pengikatan akhir.
Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael mengatakan dengan penundaan tersebut, Mirae Asset mengubah asumsi yang tadinya sepertiga jalan tol milik Waskita Karya dengan kepemilikan minoritas diprediksi akan didivestasikan pada semester I-2021 bakal digantikan dengan divestasi Tol Transjawa milik Waskita. Pada kuartal I-2020 Waskita Karya memiliki 35% saham di Tol Waskita Transjawa tersebut.
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) akan penetrasi pasar ke Asia Tenggara, Asia Selatan dan Afrika
"Karena divestasi Tol Waskita Transjawa ditunda ke 2021, kami saat ini hanya mengasumsikan satu divestasi jalan tol yang dimiliki mayoritas, yaitu Becakayu di tahun 2020," tulis Joshua dalam riset yang diterima Kontan, Rabu (22/7).
Joshua menambahkan, keuntungan divestasi setelah pajak diharapkan sebesar Rp 514 miliar dengan mengasumsikan P/B (price book) kelipatan 1,25 kali.
Dia juga mempertahankan asumsi bahwa WSKT akan mendivestasikan sepertiga dari jalan tol yang dimiliki mayoritas di semester I-2021, dengan keuntungan divestasi setelah pajak yang diperkirakan sebesar Rp 1,5 triliun.
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) menyuntik modal Waskita Toll Road senilai Rp 1,19 triliun
Waskita Karya juga berencana mendivestasikan jalan tol Cibitung-Cilincing. Pada kuartal I-2020, WSKT memiliki 55% saham di CTP Tollways. Waskita Karya telah menerima letter of intent dari calon investor dan saat ini sedang proses uji tuntas. Jika terwujud, ini dapat memberikan keuntungan divestasi setelah pajak Rp 415 miliar.
Lebih lanjut, Mirae Asset memotong target laba bersih Waskita Karya tahun dari dari Rp 364 miliar menjadi Rp 152 miliar.
"Karena kami hanya mengasumsikan divestasi jalan tol milik minoritas jalan tol Waskita Transjawa di 2021, ini akan menghasilkan peningkatan beban bunga bersih, dibandingkan dengan asumsi kami sebelumnya," jelasnya.
Karenanya, Joshua juga memangkas target laba bersih 2021 dari Rp 434 miliar menjadi Rp 121 miliar.
Baca Juga: Calon Investor Tunda Due Diligence, Divestasi Tol WSKT Mundur 2021
Namun dengan mengasumsikan skenario ekstrim pandemi Covid-19 yaitu gangguan setidaknya sampai akhir kuartal III-2020, kami memperkirakan rugi bersih 2020-2021 masing-masing sebesar Rp 570 miliar dan Rp 18 miliar.
Dengan perkiraan penurunan laba bersih di tahun ini dan 2021, Mirae Asset memangkas target harga kami pada WSKT dari Rp 700 menjadi Rp 650. Dengan demikian, Joshua mempertahankan rekomendasi hold. WSKT saat ini diperdagangkan dengan diskon cukup besar dibandingkan dengan nilai bukunya yaitu 0,6 kali, -2 dari standar deviasi rata-rata tujuh tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)