kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Analis: Pasca stock split, harga saham empat emiten ini bisa naik 6%-9%


Kamis, 12 Juli 2018 / 23:22 WIB
Analis: Pasca stock split, harga saham empat emiten ini bisa naik 6%-9%
ILUSTRASI. Papan Elektronik Pergerakan Harga Saham di BEI

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa saham baru saja tuntas menggelar pemecahan nilai nominal saham alias stock split dan beberapa lagi masih dalam antrean.

Yang sudah tuntas misalnya PT Sarana Nusantara Menara Tbk (TOWR), PT Sariguna Prima Tirta Tbk (CLEO), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS).


Sementara itu, yang masih dalam antrean ada PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI), PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI).

Direktur LBP Institute Lucky Bayu Purnomo mengatakan, saham emiten-emiten yang telah melakukan stock split akan menjadi semakin menarik di mata investor karena memiliki kinerja fundamental yang unggul di sektornya.

"Selain itu, dengan adanya stock split akan memudahkan investor untuk membeli saham dengan harga yang jauh lebih murah," jelasnya, Kamis (12/7).

Lucky bilang saham yang paling menarik adalah saham TOWR. Ia menargetkan harga saham tersebut bisa naik 9% dari harga saat ini.

Sementara itu, untuk saham MINA, CLEO dan TOPS bisa naik 6% dari harga saat ini.

"Secara teknikal dan fundamental keempat saham ini memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar sekitar 6%-9% sehingga layak dibeli untuk jangka menengah hingga jangka panjang," ungkapnya.

Sementara untuk saham IKAI, GEMA dan MARI yang masih dalam antrian, Lucky bilang pergerakan sahamnya juga akan menjadi lebih menarik sesudah stock split.

Namun, ia menganjurkan agar investor menghindari saham IKAI setelah stock split lantaran pergerakan harga sahamnya masih cenderung fluktuatif.

Sedangkan untuk tiga saham lainnya, ia menargetkan harga sahamnya akan naik terbatas sekitar 5% dari harga saat ini.

"Alasannya karena dari kinerja fundamental ketiga emiten ini tidak masuk dalam kategori saham pilihan atau bukan saham utama dan belum terlalu diminati investor. Sehingga peluang kenaikan harganya sangat terbatas," tandasnya.

 



Video Pilihan

TERBARU

×