| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.365
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS606.004 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Jika fundamental tak bagus, efek stock split terhadap harga saham hanya temporer

Kamis, 12 Juli 2018 / 23:07 WIB

Jika fundamental tak bagus, efek stock split terhadap harga saham hanya temporer
ILUSTRASI. Pemecahan Nilai Nominal Saham

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa saham baru saja tuntas menggelar pemecahan nilai nominal saham alias stock split dan beberapa lagi masih dalam antrean.

Yang sudah tuntas misalnya PT Sarana Nusantara Menara Tbk (TOWR), PT Sariguna Prima Tirta Tbk (CLEO), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS).

Sementara itu, yang masih dalam antrean ada PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI), PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI).

Salah satu tujuan stock split adalah untuk membuat saham lebih likuid, sehingga menarik bagi investor.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Juan harahap juga mengungkapkan, stock split merupakan salah satu strategi agar saham lebih likuid dikarenakan harga saham yang turun.

"Namun, bila emiten tidak mempunyai prospek atau fundamental yang menarik bagi para pelaku pasar, maka volume perdagangan saham tersebut tidak akan terpengaruh banyak atau efeknya hanya sementara," jelas Juan, Kamis (12/7).

Sayangnya Juan tak bisa menganalisis pergerakan saham keempat saham yang telah melakukan stock split tersebut karena volume perdagangannya kembali tidak liquid.

"Kecuali untuk TOPS, namun untuk TOPS indikator stochastic kemungkinan membentuk death cross yang menandakan sinyal penurunan," tandasnya.

Sedangkan untuk tiga emiten lain yang masih antri untuk stock split, Juan bilang pergerakannya juga akan lebih likuid namun sifatnya sementara.

Sementara itu, analis Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe bilang, harga saham emiten-emiten yang telah melakukan stock split biasanya sudah turun, jadi sulit untuk naik tinggi.

"Memang likuiditas bertambah namun kenaikan harganya akan terbatas. Maka, sebelum dikoleksi perlu melihat kinerja fundamental setiap emiten selama enam bulan ke depan," ungkapnya.

Sedangkan untuk tiga saham yang belum stock split, Kiswoyo bilang semua tergantung dari penetapan harga dan jadwal stock split dari masing-masing emiten.

"Selain itu, perlu dilihat juga kinerja fundamental selama enam bulan ke depan. Apakah volume dan nilai transaksinya bertambah? Jika tidak, maka sahamnya masih belum likuid. Tapi, kalau ada penambahan maka harga sahamnya pasti akan turut naik," tutupnya.


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika

STOCK SPLIT

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0670 || diagnostic_api_kanan = 0.0421 || diagnostic_web = 1.4327

Close [X]
×