kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Analis: Pasar tidak terlalu gubris reshuffle


Rabu, 21 Oktober 2015 / 21:36 WIB
Analis: Pasar tidak terlalu gubris reshuffle


Reporter: Widiyanto Purnomo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Isu perombakan kabinet jilid 2 belakangan kencang berhembus. Namun, analis menilai hal ini tidak terlalu digubris dan berdampak minim terhadap pasar.

Aditya Perdana Putra, Analis Semesta Indovest menilai, pengaruh reshuffle tidak akan besar terhadap besar jika ditujukan untuk kepentingan politik.

“Saya kira pasar sudah sangat pintar menilai bahwa reshuffle ini untuk kepentingan politik bukan untuk ekonomi,” ujarnya.

Menurut Aditya, dibandingkan reshuffle, pasar lebih membutuhkan sentimen positif yang kuat dan keyakinan. Apalagi, di sisi lain, investor asing tengah kehilangan arah dan momentum dalam melihat fundamental ekonomi Indonesia.

Menurut dia, siapapun menteri baru nantinya, tidak akan bisa memperbaiki keadaan ekonomi secara instan. Dia menyarankan, pemerintah lebih baik menjaga stabilitas harga pangan dan enegi agar inflasi juga terjaga.

Dia menyoroti beberapa kementerian yaitu Kementerian Keuangan, BUMN, dan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas). Menurut dia, kinerja tiga kementrian tersebut masih dibawah rata-rata.

Adapun, Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama menilai isu reshuffle kabinet tidak terkait langsung terhadap market. Pengaruhnya acak, tiap investor melihat hal ini dalam sudut pandang berbeda.

“Mau menterinya siapa yang diganti tidak akan terlalu signifikan pengaruhnya dari sudut pandang kami sebagai pelaku pasar,” ujarnya.

Menurutnya pasar saat ini tak terlalu menggubris isu reshuffle kabinet. Pergerakan nilai tukar rupiah lebih menjadi perhatian pasar.

Disisi lain teguh memandang kinerja menteri kabinet tim ekonomi tidak ada yang spesial maupun jelek. Cuma dia menyoroti kinerja menteri keuangan. Menurutnya, kebijakan kementrian ini lebih fokus terhadap upaya menggenjot pendapatan negara dan kurang memperhatikan keinginan pelaku pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×