kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Analis Panin Sekuritas rekomendasikan hold saham SCMA, ini alasannya


Selasa, 13 April 2021 / 07:35 WIB


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mencatatkan pendapatan di kuartal IV 2020 sebesar Rp 1,5 triliun, naik 23,9% secara quarter on quarter (qoq), dan naik 10% secara year on year (yoy).

Dari kenaikan pendapatan di tahun kuartal IV 2020 tersebut, SCMA berhasil meraup pendapatan Rp 5,1 triliun di sepanjang tahun 2020 atau turun 7,6% secara yoy.

Untuk laba bersih SCMA di kuartal IV 2020 mengalami penurunan sebanyak 24,9% secara qoq, dari Rp 313 miliar menjadi Rp 235 miliar.

Akan tetapi, laba bersih SCMA sepanjang tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 20,5% secara yoy, dari Rp 953 miliar menjadi Rp 1,14 triliun.

Baca Juga: SCTV dan Indosiar Grup buka opsi kolaborasi dengan konten selebritis dan influencer

Pada margin laba kotor, SCMA mencatatkan margin laba kotor yang turun signifikan ke level 38,9%, dibandingkan pada kuartal III yang mana margin laba kotor berada di level 53,2%. Walaupun begitu, SCMA tetap mengalami kenaikan margin laba kotor di tahun 2020 menjadi 51,2%, dari 48,2% di tahun 2019.

Menurut Analis Panin Sekuritas Rendy Wijaya dalam risetnya yang dirilis pada 9 April 2021, penurunan margin laba kotor di kuartal IV 2020 ini karena kembali meningkatnya aktivitas produksi seiring dengan batasan aktivitas masyarakat yang lebih longgar, serta berkurangnya program re-run yang di kuartal II dan III 2020 menjadi salah satu pendorong meningkatnya margin laba kotor.

 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×