kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Analis: Nikel prospektif, buy saham Antam


Senin, 09 Oktober 2017 / 15:11 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan nikel yang meningkat dari China bakal mendongkrak pendapatan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam jangka menengah. Sebab, Antam merupakan salah satu produsen feronikel global yang paling efisien.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan menyebutkan, diversifikasi bisnis logam ANTM akan membawa dampak positif pada perusahaan.

"Kami mencatat bahwa penggerak pendapatan utama ANTM yakni emas dan feronikel tidak terlalu terpengaruh dengan harga global, sehingga seharusnya menguntungkan perusahaan," tulis Andy dalam riset, 9 Oktober 2017.

Di samping itu, Andy mencatat, cadangan tambang Antam cukup melimpah, yang didominasi bijih nikel bermutu tinggi. Hal tersebut dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang. Pada saat yang sama, ANTM juga memiliki keunggulan kompetitif lain, yakni efisiensi perusahaan yang dibuktikan dengan biaya tunai di bawah rata-rata pada semester I-2017.

Dalam jangka menengah, Andy optimistis permintaan nikel global akan meningkat. Hal tersebut didukung rencana China untuk membatasi produksi atau penjualan kendaraan bahan bakar fosil dan meningkatkan kendaraan listrik guna mengurangi polusi. Sebab, nikel merupakan bahan baku baterai untuk kendaraan listrik.

ANTM telah meningkatkan kapasitas pabrik feronikel. Kapasitas pabrik feronikel Pomala, Sulawesi Tenggara akan meningkat menjadi 30.000 TNi dari 20.000 TNi pada tahun ini. Perusahaan juga membangun pabrik feronikel baru berkapasitas 13.500 TNi di Halmahera Timur, Maluku dan dijadwalkan mulai beropreasi pada 2019.

Dengan asumsi tersebut, Andy memprediksi laba bersih ANTM akan menyentuh Rp 100,9 miliar pada akhir 2017 atau tumbuh 55,2% year on year (yoy). Sedangkan, pada 2018, laba diproyeksi mencapai Rp 330,8 miliar.

Andy merekomendasikan trading buy saham ANTM dengan target harga Rp 730 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×