Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.105
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Analis Monex Investindo sebut harga minyak bergerak sideways, ini penjelasannya

Senin, 13 Mei 2019 / 22:02 WIB

Analis Monex Investindo sebut harga minyak bergerak sideways, ini penjelasannya
ILUSTRASI. Harga minyak

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dalam awal pekan perdagangan kali ini belum bisa berbicara banyak. Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi menilai, harga minyak cenderung bergerak sideways.

Terhitung sejak tanggal 7 Mei hingga hari ini pergerakan harga minyak hanya dalam rentang level US$ 60,66 per barel -US$ 62,71 per barel. Senin (13/5) pukul 19.57 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2019 di New York Mercantile Exchange tumbuh 1,7% ke US$ 62,71 per barel.


Sejak persediaan minyak di Amerika Serikat (AS) menunjukkan adanya pengurangan pada pekan lalu, serta gagalnya pembentukan kesepakatan antara AS-China yang seharusnya terjadi pada Jumat lalu harga minyak jadi terombang-ambing.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menyulut ketegangan perang dagang dengan China dengan kembali menaikkan tarif impor 25%, ada kecenderungan bahwa outlook perlambatan ekonomi global bisa kembali menjadi sentimen di pasar. “Jika hal tersebut terjadi, maka akan muncul outlook berkurangnya permintaan minyak global,” kata Dini.

Selain itu, pasar juga menantikan program produksi minyak dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada bulan Juni mendatang. Sebab, Juni nanti program pemangkasan produksi global yang sudah mencapai 1,2 juta barel per hari akan berakhir.

Hal tersebut terjadi di tengah terganggunya produksi di Venezuela karena krisis ekonomi yang melanda, Libya karena ketegangan geopolitik, serta Iran yang mendapat dampak dari sanksi AS.

Dini dalam analisisnya, Senin (13/5) memprediksi pada perdagangan selanjutnya harga minyak akan diperdagangkan di level support US$ 61,10, US$ 60,50 per barel, dan US$ 60,00 per barel. Sementara level resistance antara US$ 62,20 per barel, US$ 62,70 per barel, dan US$ 63,20 per barel.


Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0516 || diagnostic_web = 0.2755

Close [X]
×