kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Analis: Minat investor pada saham IPO tak akan terpengaruh kasus NARA


Rabu, 12 Februari 2020 / 21:17 WIB
ILUSTRASI. Warga melintas di depan layar pergerakan saham di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (11/02). Analis menilai penundaan IPO NARA tidak akan menyurutkan minat investor terhadap perusahaan yang akan IPO. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akhir pekan lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menunda pencatatan saham perdana atau listing PT Nara Hotel International Tbk (NARA). 

Penundaan ini lantaran adanya komplain dari sejumlah investor pada penjatahan sahamnya atau pooling. Selain itu, NARA diduga melakukan penambahan aset. 

Baca Juga: Indonesian Tobacco (ITIC) siapkan belanja modal untuk beli bahan baku tembakau

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat kejadian tersebut tidak akan menyurutkan minat investor terhadap perusahaan yang akan melakukan intial public offering (IPO) ke depannya.

Berkaca dari minat pasar sejauh ini, baik saham yang memiliki citra buruk maupun baik tetap memiliki peminatnya. Sebab, saham merupakan investasi yang masih akan dicari.

Apalagi, investor memiliki  pandangannya, analisa, serta keyakinannya sendiri terhadap suatu perusahaan. "Minat akan selalu ada," katanya ketika dihubungi Kontan.co.id, Rabu (12/2). 

Baca Juga: Tingkatkan volume penjualan 25%, Era Mandiri Cemerlang (IKAN) sasar pasar baru

Sekadar informasi,  pada tahun 2020 BEI menargetkan akan ada 57 emiten melantai di bursa. Per Rabu (12/2), sebanyak 12 emiten sudah melakukan listing.




TERBARU

[X]
×