kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Analis: KLBF masih bergantung pada divisi nutrisi


Rabu, 01 Februari 2017 / 20:03 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perusahaan obat seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mendapatkan berkah dengan kian meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan. Pasalnya, hal tersebut bisa mendongkrak tingkat permintaan produk kesehatan.

Analis Samuel Sekuritas Andy Ferdinand mengatakan permintaan tersebut tidak hanya berlaku pada penjualan obat resep saja, tapi juga untuk makanan nutrisi dan produk kesehatan lainnya.

Melihat kondisi ini, Andy memprediksi, kinerja keuangan KLBF masih bisa tumbuh pada tahun ini. Sayang, dia belum bisa memprediksi kisaran angka pertumbuhannya.

Asal tahu saja, produksi makanan nutrisi memberikan kontribusi kedua terbesar KLBF yakni 28,3% dibandingkan pendapatan dari obat resep sebesar 23% diikuti oleh produk kesehatan 17,9%. Sementara pendapatan utama perusahaan pada kuartal III berasal dari distribusi dan pengepakan obat.

Meski demikian, ada beberapa risiko yang harus diwaspadai oleh KLBE. Misalnya saja, marjin dari divisi makanan nutrisi kemungkinan akan berkurang melihat harga susu skim yang meningkat. Selain itu, melemahnya rupiah juga akan menjadi kendala perusahaan mengingat bahan baku produk KLBF kebanyakan adalah impor.

Berdasarkan catatan Analis Kresna Securities Filbert Anson, melirik pada kinerja kuartal III lalu, pendapatan perusahaan juga didukung pertumbuhan pada divisi nutrisi hingga 11,2%. Pendapatan dari divisi nutritionals juga memberikan kontribusi yang cukup tinggi pada gross profit perusahaan.

”Sehingga kinerja konsolidasi 2016 sangat dipengaruhi pada kinerja divisi nutritionals,” katanya

Filbert memprediksi, untuk tahun ini, pendapatan dan laba KLBF kemungkinan masih bisa tumbuh 11% menjadi Rp 21,9 triliun dengan laba Rp 2,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×