kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Analis kompak rekomendasikan beli saham TOWR, simak alasannya


Jumat, 30 Oktober 2020 / 08:45 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

Seiring dengan meningkatnya penggunaan data dari operator telekomunikasi, Restu juga memproyeksikan kinerja TOWR akan lanjut catatkan pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun ini. Bahkan, Restu merevisi naik proyeksi pendapatan TOWR menjadi Rp 7,4 triliun atau naik 14,4% secara tahunan. Proyeksi pertumbuhan laba bersih juga naik menjadi Rp 2,7 triliun atau tumbuh 16,7% secara tahunan. 

Anissa Septiwijaya analis Reliance Sekuritas mengatakan menambahkan dalam risetnya  kinerja TOWR juga didukung oleh pendapatan nonmenara yang berkinerja solid. Anissa mencatat kontribusi segmen ini terhadap total pendapatan di kuartal II-2020 mencapai 15,2%. Porsi tersebut meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 11,5%. 

Bertambahnya porsi pendapatan nonmenara ini tidak terlepas dari pertumbuhan permintaan pada jaringan fiber optic yang meningkat utamanya berasal dari perusahaan operator telekomunikasi. Hingga semester I-2020, TOWR telah menyelesaikan jaringan fiber optic sepanjang kurang lebih 34.200 kilometer. 

Baca Juga: Segmen home and personal care naik, simak strategi Unilever Indonesia (UNVR) ke depan

"Perseroan dapat mencapai targetnya untuk menyelesaikan jaringan fiber optic sekitar 47.000 km hingga akhir tahun ini sebab perusahaan operator seluler membutuhkan fiber optic pada jaringan 4G untuk transmisi data yang lebih besar diantara menara," kata Anissa. 

Ke depan Anissa melihat bisnis nonmenara fiber optic yang terus tumbuh ini akan turut meningkatkan pendapatan TOWR. Anissa memproyeksikan pendapatan TOWR meningkat 13,1% menjadi Rp 7,29 triliun di akhir tahun ini. 

Anissa merekomendasikan buy di target harga Rp 1.330 per saham. Sementara, Sukarno merekomendasikan buy untuk TOWR dengan target harga Rp 1.150 per saham. Kompak, Restu merekomendasikan buy di target harga Rp 1.310 per saham. 

Selanjutnya: Penyebab laba Gudang Garam (GGRM) merosot 22% di tengah kenaikan pendapatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×