kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Analis: Kinerja akan tumbuh, trading buy saham Kalbe Farma


Rabu, 07 Maret 2018 / 21:07 WIB
ILUSTRASI. Edukasi dan pemeriksaan kesehatan awak kabin


Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski pendapatan PT Kalbe Farma Tbk pada tahun lalu belum mencapai target, analis tetap merekomendasikan saham emiten farmasi ini. Namun, KLBF masih akan menghadapi beberapa tantangan pada tahun ini.

Direktur Utama KLBF Vidjongtius mengatakan, pertumbuhan pendapatan perusahaan tahun lalu gagal mencapai target yang dipatok di awal 2017. "Pertumbuhan pendapatan kami hanya mencapai 4,5% tahun lalu," ujarnya di Jakarta, Rabu (7/3).

Meski begitu, analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin masih optimistis terhadap kinerja KLBF pada tahun ini. "Meningkatnya minat beli dan kesehatan masyarakat Indonesia bisa meningkatkan pertumbuhan KLBF tahun ini," tulisnya dalam riset yang dirilis 5 Februari 2018 lalu.

Di samping itu, KLBF juga terus melakukan riset dan dan pengembangan serta teknologi. Hal ini dianggap bisa terus mendukung bisnis KLBF yang sangat beragam.

Lantaran hal tersebut, Mimi memprediksi pendapatan KLBF bisa tumbuh 7,8% year-on-year (yoy) pada tahun ini dan 11,4% yoy pada 2019. Adapun laba perusahaan farmasi ini diperkirakan bisa tumbuh 11,4% yoy pada tahun ini dan 14,6% tahun depan.

"Untuk itu kami mempertahankan rekomendasi trading buy saham KLBF dengan target harga Rp 1.870 per saham dengan PER 33x untuk tahun ini," katanya.

Meski demikian, KLBF masih harus menghadapi beberapa risiko yang bisa menghambat bisnis, seperti implementasi JKN yang kurang baik, lambatnya pemulihan minat beli masyarakat, serta volatilitas kurs dan harga komoditas yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×