kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45713,17   19,32   2.78%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Analis: Jaya Real Properti (JRPT) punya prospek di tengah lesunya sektor properti


Senin, 03 Februari 2020 / 15:36 WIB
Analis: Jaya Real Properti (JRPT) punya prospek di tengah lesunya sektor properti
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan Bintaro Jaya Xchange Mall,  Bintaro Jaya eXchange Mall; BxC dari Jaya Real Property Tbk JRPT.

Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Herlina Kartika

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan JRPT yang memiliki properti di wilayah Bintaro akan sangat diuntungkan karena dekat dengan Jakarta. JRPT juga dapat mengandalkan recurring income atau pendapatan berulang. Menurutnya, marketing sales JRPT dapat meningkat hingga Rp 2,5 triliun. Sebagai informasi, pada kuartal III-2019 JRPT membukukan marketing sales Rp 1,6 triliun.

JRPT memang memiliki sumber pendapatan selain dari penjualan bangunan. JRPT memiliki pendapatan berulang dari hotel, penyewaan tempat, ice rink, dan jasa pemeliharaan parkir, dan pengelolaan lingkungan.

Baca Juga: Jaya Real Property (JRPT) proyeksikan belanja modal tahun depan capai Rp 1 triliun

Selain dari segi fundamental, perusahaan juga memiliki peluang besar di pasar properti berkat kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

“Kebijakan BI untuk menetapkan suku bunga rendah di level 5% serta peluang untuk turut menurunkan suku bunga hingga 50 basis poin (bp) tahun ini menjadi stimulus bagi sektor properti,” terangnya kepada Kontan.co.id Senin (3/2).

Nafan menambahkan inflasi yang terjaga di bawah 3% dapat mendukung permintaan kredit untuk perumahan pada tahun ini. Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2020 terhadap Januari 2019) sebesar 2,68%.

Di sisi lain analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan untuk tetap berhati-hati. Pasalnya penjualan terhadap properti tahun lalu terbilang sepi. Minat terhadap properti sendiri masih minim terlihat dari pertumbuhan kredit.

“Biasanya kalau sektor lesu maka emiten akan ikut lesu juga,” jelasnya.

Analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo dan Farah Rahmi Oktaviani serta analis Panin Sekuritas William Hartanto memasang rekomendasi buy untuk saham JRPT. Adi dan Farah memasang rekomendasi buy dengan target harga Rp 1.200 sedangkan William memasang target harga Rp 600 per saham. 

Berbeda dengan dua analis lain, Nafan memasang rekomendasi hold dengan target harga di level Rp 464 per saham.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×