kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45696,51   -1,21   -0.17%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Analis ini melihat IHSG berpeluang konsolidasi melemah pekan depan


Minggu, 19 Januari 2020 / 13:44 WIB
Analis ini melihat IHSG berpeluang konsolidasi melemah pekan depan
ILUSTRASI. IHSG berpeluang konsolidasi melemah. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan sepekan yang lalu ditutup positif. Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) tercatat menghijau 0,27% menjadi 6.291,65 dari sebelumnya 6.274,94. Hans Kwee 

Direktur, PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee melihat penguatan IHSG didorong oleh penandatangan fase pertama antara Amerika Serikat (AS) dan China. 

Baca Juga: AS-China capai kesepakatan dagang, sampai kapan investor asing net buy?

"Hal ini menghentikan perang dagang 19 bulan yang menekan pertumbuhan ekonomi global dan menjadi beban bagi pasar keuangan global," katanya dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (18/1). 

Hans Kwee menambahkan, penguatan pasar juga didorong oleh meredanya ketegangan antara Timur Tengah dan Amerika Serikat. Setelah negosiasi perang dagang antara AS dan China, kini pasar tengah menanti kelanjutan negosiasi antara AS dan Uni Eropa. 

Dikabarkan ada pembicaraan bernada positif terkait  terkait keinginan Komisi Uni Eropa untuk melakukan menegosiasikan sengketa perdagangan terbuka antara AS dan Uni Eropa. 

Diharapkan, negosiasi kedua wilayah diharapkan menjadi langkah baik dalam memecahkan masalah-masalah seperti pajak digital Perancis dan subsidi industri dirgantara.

Baca Juga: Saham perbankan dan pertambangan banyak diburu asing sejak awal tahun

Selain itu, kebijakan China untuk mendorong aktivitas ekonomi dengan melonggarkan batas kredit dinilai mulai berhasil. Pertumbuhan ekonomi China berhasil tumbuh 6,1% di periode tahun 2019. Di kuartal IV 2019, China mencatatkan pertumbuhan hingga  6%

Meskipun katalis positif masih mewarnai pekan depan, pasar masih mewaspadai beberapa hal. Di antaranya, kesepakatan fase satu antara Amerika Serikat dan China yang dinilai rapuh karena masih banyak hal teknis yang perlu dibicarakan. Pasar juga perlu mewaspadai memanasnya kondisi politik antara Amerika Serikat dan Iran.

"Pasar menanti langkah sanksi baru apa yang diumumkan AS  kepada Iran terkait pengayaan uranium dan tudingan Teheran sengaja menyerang fasilitas AS di Irak," katanya. Di samping itu, Inggris, Perancis dan Jerman secara resmi menuduh Iran melanggar perjanjian nuklir yang disepakati tahun 2015.

Hans Kwee melanjutkan, diperkirakan ekspektasi keuntungan perusahaan menurun pada periode pelaporan kali ini. FactSet memprediksi laba S&P 500 berpeluang turun 2% pada kuartal IV secara  year-over-year. 

Baca Juga: Investor asing cetak net buy Rp 2,71 triliun di tengah penurunan IHSG

Sementara, analis memperkirakan laba emiten pada indeks S&P 500 berpeluang turun lebih dalam hingga 0.8 % pada kuartal IV, tetapi analis masih optimistis akan terjadi kenaikan laba 5,8% pada kuartal I 2020. 

Dari berbagai sentimen yang mewarnai,  Hans Kwee melihat IHSG berpeluang konsolidasi melemah. "Pekan ini dengan support di level 6.255 sampai 6.218 dan resistance di level 6.300 sampai 6.348. Pelaku pasar direkomendasikan SOS ketika pasar menguat," katanya.




TERBARU

Close [X]
×