kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.053   19,00   0,11%
  • IDX 4.932   -253,02   -4,88%
  • KOMPAS100 620   -37,63   -5,72%
  • LQ45 479   -29,15   -5,73%
  • ISSI 170   -9,02   -5,03%
  • IDX30 268   -15,78   -5,56%
  • IDXHIDIV20 347   -19,20   -5,24%
  • IDX80 71   -4,26   -5,65%
  • IDXV30 98   -4,22   -4,12%
  • IDXQ30 88   -5,22   -5,61%

Analis: Harga minyak bisa tembus US$150 per barel


Rabu, 28 Agustus 2013 / 20:21 WIB
ILUSTRASI. Kolang-kaling baik untuk kesehatan ginjal.

Sumber: Reuters | Editor: Asnil Amri

LONDON. Harga minyak mentah Brent berpeluang naik menuju US$ 125 per barel jika Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Suriah. Bahkan, Societe Generale menilai, harga minyak bisa naik lebih tinggi lagi jika konflik itu meluas sampai ke seluruh Timur Tengah.

Michael Wittner, analis minyak di bank Prancis, mengatakan, harga patokan minyak mentah North Sea bisa melonjak mencapai US$ 150 per barel jika perang mempengaruhi produksi minyak utama Irak.

"Kami percaya, dalam beberapa hari mendatang, harga minyak Brent bisa naik lagi US$ 5-10 per barel, atau naik sampai US$ 120 - US$ 125 per barel, baik antisipasi serangan atau sebagai reaksi jika serangan benar-benar dimulai AS," kata Wittner dalam sebuah laporannya.

"Jika gangguan pasokan minyak signifikan di Irak atau di tempat lain, harga minyak Brent bisa melonjak US$ 150 per barel walaupun hanya sebentar," tambahnya.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober mencapai harga tertinggi enam bulan, yakni US$ 117,34 per barel hari ini, Rabu (28/8). Harga naik karena kekhawatiran konflik regional di Timur Tengah dan juga di kawasan Afrika Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×