kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak kian mendekati US$ 110 per barel


Rabu, 28 Agustus 2013 / 08:41 WIB
ILUSTRASI. Jus tebu


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pagi ini (278/8) naik untuk hari kedua. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pagi tadi, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar 85 sen menjadi US$ 109,86 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 10.16 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 109,68 per barel.

Harga minyak masih melaju setelah bertengger di posisi tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Salah satu pemicunya adalah ketegangan politik yang kian meningkat. Kondisi itu menyebabkan pelaku pasar cemas pasokan minyak dunia akan terpangkas.

"Kecemasan mengenai Suriah mendominasi karena pelaku pasar mengira-ngira apa yang akan terjadi jika begini, jika begitu. Semua mencemaskan hal yang buruk hingga kita melihat apa yang sebenarnya terjadi. Harga minyak WTI gagal mengetes level US$ 110 yang sudah ditargetkan sejak Juli lalu," jelas Phil Flynn, senior market analyst Price Futires Group di Chicago.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Oktober naik 76 sen atau 0,7% menjadi US$ 115,12 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×