kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga minyak kian mendekati US$ 110 per barel


Rabu, 28 Agustus 2013 / 08:41 WIB
ILUSTRASI. Jus tebu


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pagi ini (278/8) naik untuk hari kedua. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pagi tadi, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar 85 sen menjadi US$ 109,86 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 10.16 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 109,68 per barel.

Harga minyak masih melaju setelah bertengger di posisi tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Salah satu pemicunya adalah ketegangan politik yang kian meningkat. Kondisi itu menyebabkan pelaku pasar cemas pasokan minyak dunia akan terpangkas.

"Kecemasan mengenai Suriah mendominasi karena pelaku pasar mengira-ngira apa yang akan terjadi jika begini, jika begitu. Semua mencemaskan hal yang buruk hingga kita melihat apa yang sebenarnya terjadi. Harga minyak WTI gagal mengetes level US$ 110 yang sudah ditargetkan sejak Juli lalu," jelas Phil Flynn, senior market analyst Price Futires Group di Chicago.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Oktober naik 76 sen atau 0,7% menjadi US$ 115,12 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×