Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto
Rekomendasi Saham
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer mengamati mayoritas anak usaha emiten tambang dan energi menunjukkan kinerja yang solid hingga kuartal III-2024. Performanya sesuai ekspektasi dalam mendukung induk usaha melakukan diversifikasi, ekspansi serta meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan dan laba.
Junior Equity Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty Hafiya menambahkan, pertumbuhan kinerja anak usaha emiten tambang dan energi turut ditopang oleh kenaikan harga komoditas. Terutama pada segmen bisnis emas.
Sementara itu, program hilirisasi mineral dan industri baterai kendaraan listrik masih menjadi penyokong prospek ekspansi emiten nikel. Research Analyst Phintraco Sekuritas Muhamad Heru Mustofa sepakat, pergerakan harga komoditas menjadi katalis penting pendongkrak kinerja emiten.
Heru melirik AMMN dan BRMS yang masih punya prospek menarik, lantaran harga emas masih berada di atas level US$ 2.600 per troi ons. Selain dari sisi komoditas, Heru menyoroti aksi emiten dalam mengembangkan usahanya.
Dia mencontohkan PTRO yang getol meraih kontrak baru, sehingga berpotensi mendongkrak kinerjanya di masa depan. "Kami menilai jika kegiatan operasional PTRO dapat dikelola dengan baik dan efisien, maka berpotensi meningkatkan profitabilitas ke depan," kata Heru kepada Kontan.co.id, Rabu (4/12).
Equity Research Analyst Panin Sekuritas Rizal Nur Rafly menyoroti AMMN, ADMR, MBMA dan BRMS yang mengusung strategi ekspansi yang cukup agresif. Dengan prospek dan keunggulan pada komoditasnya masing-masing, keempat saham tersebut layak dicermati.
Sebagai pilihan investasi, Rizal menjagokan ADMR dengan target harga di Rp 1.800 per saham. Investment Analyst Infovesta Capital Advisory Ekky Topan ikut melirik saham ADMR yang punya potensi bisnis, proyek ekspansi dan valuasi yang menarik.
Secara jangka pendek, saham ADMR berpotensi terpapar aksi induk usahanya, ADRO yang melepas PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
"Ada harapan saat IPO AADI saham ADMR bisa ikut mendapat sentimen positif," kata Ekky.
Sedangkan secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan, trading buy BRMS mencermati support Rp 390 dan resistance Rp 430 untuk target harga Rp 440 - Rp 450.
Selanjutnya, buy if break AMMN dengan support Rp 9.250, resistance Rp 9.775 untuk target harga Rp 10.000 - Rp 10.400.
Sementara Heru menyarankan trading buy AMMN dan buy on support BRMS, dengan target harga masing-masing di level Rp 9.950 - Rp 10.200 dan Rp 446 - Rp 450 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News