kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Aliran Dana Asing Masih ke Luar, Begini Kata Analis


Kamis, 18 April 2024 / 21:54 WIB
Aliran Dana Asing Masih ke Luar, Begini Kata Analis
ILUSTRASI. Aliran dana asing terpantau masih ke luar dari pasar Indonesia selama seminggu terakhir.KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/01/2024


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aliran dana asing terpantau masih ke luar dari pasar Indonesia selama seminggu terakhir.

Melansir RTI, Kamis (18/4), aliran dana asing di seluruh pasar mencapai Rp 9,31 triliun. Sementara, di pasar reguler aliran dana asing yang keluar sebesar Ro 5,17 triliun.

Dalam sepekan terakhir, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan capital outflow terbesar dengan jumlah Rp 1,7 triliun. 

Disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan aliran dana asing keluar sebesar Rp 1,4 triliun.

Baca Juga: Rupiah Kian Terbebani Hengkangnya Dana Asing dari Pasar Modal Indonesia

Di posisi ketiga, ada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan aliran dana asing yang keluar Rp 1,2 triliun. Kemudian, ada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dijual asing sebesar Rp 725,6 miliar dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp 412 miliar.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, aliran dana asing ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan politik, sehingga harga beberapa komoditas yang melesat dan pelemahan rupiah. 

Dana asing tersebut saat ini dilihat pergi ke pasar modal Amerika Serikat (AS). Investor juga saat ini lebih memilih berinvestasi ke emas dan safe haven lainnya.

“Sementara, pembagian dividen akan menurunkan harga saham dan akhirnya menurunkan kinerja IHSG, tetapi tidak berhubungan dengan capital outflow,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (18/4).

Menurut Budi, tekanan jual terhadap saham-saham tersebut masih akan berlanjut selama ketegangan geopolitik masih tinggi.

Baca Juga: Pasokan Dolar Menipis, Rupiah Semakin Loyo

“(Tekanan jual) ini sampai ketegangan politik mereda dan The Fed mau menurunkan suku bunga,” ungkapnya.

Sektor yang masih akan prospektif ke depannya adalah yang punya bisnis ekspor. Selain itu, emiten penjual emas dan komoditas masih akan prospektif, mengingat harga komoditas masih naik di tengah ketegangan politik.

“Investor silakan lakukan rebalancing untuk portofolionya,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×