Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) meraih kinerja apik di sepanjang tahun 2025. Emiten pengelola jaringan ritel Alfamart ini berhasil membukukan kenaikan pendapatan sekaligus laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangannya yang dipublikasikan Jumat (27/3/2026), pendapatan bersih perusahaan pada tahun 2025 mencapai Rp 126,73 triliun, naik 7,19% secara tahunan alias year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 118,22 triliun.
Secara rinci, pendapatan yang berasal dari segmen makanan mencapai Rp 89,62 triliun, meningkat dari Rp 83,28 triliun dan segmen bukan makanan tercatat Rp 37,1 triliun, naik dari sebelumnya Rp 34,94 triliun.
Baca Juga: Pergerakan Rupiah Masih Berpotensi Tertekan di Tengah Meningkatnya Sentimen Risk Off
Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi Rp 3,41 triliun pada 2025, tumbuh 8,34% yoy dibandingkan Rp 3,15 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan kinerja tersebut turut tercermin pada laba per saham yang naik menjadi Rp 82,16 per saham, dari Rp 75,81 per saham pada 2024.
Dari sisi profitabilitas, laba bruto AMRT tercatat sebesar Rp 27,75 triliun pada 2025, meningkat dari Rp 25,36 triliun pada 2024. Sementara itu, laba usaha juga naik menjadi Rp 4,56 triliun, dari Rp 4,07 triliun pada tahun sebelumnya.
Adapun laba sebelum pajak penghasilan badan tercatat sebesar Rp 4,38 triliun, naik dari Rp 4,01 triliun pada 2024. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp 826,49 miliar, AMRT membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 3,56 triliun, meningkat 10,52% yoy dibandingkan Rp 3,22 triliun pada tahun sebelumnya.
Kinerja AMRT juga ditopang oleh pendapatan lainnya yang naik menjadi Rp 1,33 triliun dari Rp 1,22 triliun.
Di sisi lain, perusahaan masih mencatat kenaikan pada sejumlah pos beban, termasuk beban pokok pendapatan yang naik menjadi Rp 98,98 triliun dan beban penjualan dan distribusi yang meningkat menjadi Rp 21,97 triliun.
Meski demikian, pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi membuat kinerja operasional AMRT tetap terjaga sepanjang tahun lalu. Dari sisi penghasilan komprehensif, AMRT mencatat total penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,31 triliun, naik dari Rp 3,10 triliun pada 2024.
AMRT juga melaporkan total aset sebesar Rp 42,57 triliun di tahun 2025, meningkat dari sebelumnya Rp 38,79 triliun.
Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Catat Produksi TBS Inti 354.290 Ton Sepanjang 2025
Adapun total liabilitas perusahaan mencapai Rp 23,19 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp 21,1 triliun. Sementara, total ekuitas perusahaan mencapai Rp 19,38 triliun, naik dari Rp 17,69 triliun
Hingga akhir tahun 2025, AMRT melaporkan saldo kas dan setara kas pada akhir tahun sebesar Rp 4,67 triliun, turun dari sebelumnya Rp 4,84 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













