Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tak berdaya di awal perdagangan hari ini. Jumat (27/3/2026), rupiah dibuka di level Rp 16.913 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah melemah 0,05% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.904 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi tertekan terhadap dolar AS di tengah meningkatnya sentimen risk off di pasar global.
Menurut dia, kekhawatiran investor terhadap perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta kenaikan harga minyak mentah, menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.
Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Catat Produksi TBS Inti 354.290 Ton Sepanjang 2025
“Tekanan utamanya berasal dari sentimen risk off dan harga minyak mentah yang masih tinggi. Namun, rupiah juga berpeluang menguat apabila muncul perkembangan atau harapan positif dari kawasan Timur Tengah,” kata Lukman kepada Kontan, Jumat (27/3/2026).
Ia menambahkan, untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia (BI) memiliki sejumlah instrumen intervensi yang dapat digunakan, mulai dari intervensi verbal, intervensi langsung di pasar spot, intervensi melalui pasar forward, hingga melalui Surat Berharga Negara (SBN).
Selain itu, lanjut Lukman, pemerintah juga perlu terus menjaga kepercayaan pelaku pasar dengan meyakinkan investor bahwa fundamental ekonomi domestik tetap solid, terutama dari sisi fiskal.
Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,3%.
Berikutnya ada peso Filipina yang tertekan 0,19% dan dolar Hong Kong yang turun 0,05%. Disusul, dolar Taiwan yang melemah tipis 0,04%.
Sementara itu yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,19%.
Baca Juga: IHSG Turun 0,88% ke 7.101 Sesi I, Top Losers LQ45: AMRT, BREN dan MBMA, Jumat (27/3)
Berikutnya, baht Thailand dan won Korea Selatan yang sama-sama terangkat 0,18%. Diikuti, dolar Singapura yang naik 0,008%.
Kemudian yuan China menguat tipis 0,001% terhadap the greenback pada pagi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













