kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.921   51,00   0,29%
  • IDX 5.698   -122,57   -2,11%
  • KOMPAS100 735   -16,76   -2,23%
  • LQ45 560   -12,92   -2,26%
  • ISSI 198   -3,57   -1,78%
  • IDX30 318   -7,12   -2,19%
  • IDXHIDIV20 392   -8,65   -2,16%
  • IDX80 84   -1,95   -2,28%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,49%
  • IDXQ30 103   -2,18   -2,08%

Akuisisi tertunda, saham BBTN tumbang nyaris 7%


Kamis, 24 April 2014 / 16:03 WIB
ILUSTRASI. Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini di Stasiun Tugu, Kamis-Jumat, 1-2 Desember 2022


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) anjlok pada perdagangan hari ini, Kamis (24/4). Sampai pukul 15.45 WIB, saham BBTN rontok 6,90% menjadi Rp 1215.

Penurunan saham BBTN menyusul ketidakpastian akuisisi yang dilakukan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).   Tiga sekuritas yang melakukan aksi jual saham BBTN ini adalah; Credit Suisse Securities Indonesia senilai Rp 36,04 miliar, Deutsche Securities Indonesia senilai Rp 13,66 miliar dan UBS Securities Indonesia senilai Rp 5,4 miliar.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam Rabu meminta dilakukan penundaan akuisisi BBTN oleh BMRI. Permintaan itu muncul sepekan setelah Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan rencana akuisisi BBTN oleh BMRI.

Dahlan bilang, tujuan akuisisi adalah untuk menciptakan bank BUMN terbesar. Selain itu, Dahlan menilai, dengan adanya akuisisi BBTN oleh BMRI akan tercipta sinergi. Bank Mandiri, merupakan bank dengan aset terbesar, sedangkan BTN fokus pada kredit perumahan bersubsidi.

Dahlan menyebutkan, rencana akuisisi dilakukan setelah melakukan kajian mendalam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×