kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45937,43   -26,30   -2.73%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Akuisisi PTT Mining, Laba Astrindo Nusantara (BIPI) Bisa Meningkat Delapan Kali Lipat


Jumat, 16 Desember 2022 / 07:13 WIB
Akuisisi PTT Mining, Laba Astrindo Nusantara (BIPI) Bisa Meningkat Delapan Kali Lipat
ILUSTRASI. Fasilitas terminal batubara PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) telah mendapatkan restu dari para pemegang saham untuk merampungkan akuisisi PTT Mining Limited (PTTML). Restu itu kembali ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis (15/12).

Direktur Utama Astrindo Nusantara Infrastruktur, Ray Anthony Gerungan, menyampaikan RUPLSB telah memberi restu terkait rencana mengambilalih 100% saham PTTML menjadi bagian dari anak perusahaan BIPI, PT Sintesa Bara Gemilang (SBG). "Ini akan mendukung kinerja baik BIPI ke depan," ujar Ray dalam keterangan tertulis, Kamis (15/12) malam.

Adapun PTTML melalui anak usahanya merupakan pemilik konsesi tambang batu bara berkualitas tinggi 5.200 sampai 5.700 kkal per kilogram dan berkadar sulfur rendah. Produksi PTTML stabil dengan cadangan pengembangan yang besar.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Astrindo (BIPI) yang Segera Rampungkan Akuisisi PTT Mining

Keunggulan lain dari PTTML memiliki kontrak penjualan jangka panjang yang terjamin. Termasuk memiliki infrastruktur yang sudah lengkap, mulai dari hauling, processing, crushing, dan port. "Kami yakin langkah strategis ini memiliki sejumlah potensi untuk mendukung rencana pertumbuhan berkelanjutan," imbuh Ray.

Direktur Astrindo Nusantara Infrastruktur, Michael Wong menegaskan akuisisi PTTML akan membuat kinerja keuangan BIPI semakin positif. Hasil ini bisa diraih ketika nantinya BIPI mengkonsolidasikan PTTML melalui SBG. 

Merujuk laporan keuangan per 30 September 2022, BIPI meraup pendapatan sebesar US$ 34,98 juta. Pendapatan BIPI merosot 20,94% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah US$ 44,26 juta.

Penurunan tersebut disebabkan oleh kendala cuaca karena curah hujan yang tinggi di site BIPI. Meski begitu, laba neto BIPI melonjak 31,78% dari posisi US$ 18,56 juta per kuartal ketiga 2021 menjadi US$ 24,46 juta pada kuartal ketiga 2022. 

Baca Juga: Dapat Restu Akuisisi PTT Mining, Begini Prospek Kinerja Astrindo Nusantara (BIPI) 

Dari jumlah tersebut, BIPI membukukan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 10,32 juta per 30 September 2022. Turun 23,15% dari periode yang sama tahun lalu senilai US$ 13,43 juta.

Sementara itu, Michael menyampaikan laba bersih PTTML sampai dengan kuartal ketiga 2022 mencapai sekitar US$ 186,33 juta. Dengan begitu, secara proforma total laba BIPI akan meningkat delapan kali lipat pada kuartal ketiga 2022.

Michael pun berharap posisi BIPI akan semakin menarik bagi para investor dan kreditur. Apalagi, saham BIPI masuk ke dalam Morgan Stanley Capital International (MSCI) kategori Small Cap Indexes List yang dapat meningkat kepercayaan investor kepada BIPI.

"Persetujuan dari para pemegang saham kali ini semoga menjadi katalis positif terhadap kinerja dan likuiditas saham BIPI ke depan," tandas Michael.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×