kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Akuisisi CSA ditunda, Jasnita (JAST) tetap akan rights issue Rp 150 per saham


Kamis, 12 Agustus 2021 / 16:02 WIB
Akuisisi CSA ditunda, Jasnita (JAST) tetap akan rights issue Rp 150 per saham
ILUSTRASI. Pencatatan Perdana Saham Jasnita Telekomindo (JAST)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) akan melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue dengan harga penawaran Rp 150 per saham. Perusahaan akan melepas saham baru sebanyak 406.813.350 unit dengan rasionya 2:1.

Artinya, setiap pemegang 2 lembar saham diberikan hak terlebih dahulu untuk membeli 1 lembar saham baru. Sebagai pemanis, perusahaan juga akan menerbitkan Waran Seri I sebanyak 406.813.350 waran dengan rasio 10:7 dengan harga pelaksanaan Rp 188 per waran.

Direktur Utama JAST Yentoro Hadiwibowo mengatakan, melalui rights issue ini, perusahaan menargetkan dapat memperoleh dana segar Rp 60 miliar. Akan tetapi, tak seperti rencana sebelumnya, dana rights issue ini tidak jadi digunakan untuk mengakuisisi 98% saham perusahaan pengelola unit apartemen, yakni PT Cozmo Serviced Apartments (CSA).

Sebagai gantinya, dana rights issue akan digunakan sebagai modal kerja bagi perusahaan induk dan anak usaha, terutama PT Sakti Makmur Pratama selaku pengembang aplikasi dan PT Dimensi Ruang Digital sebagai penyedia SDM layanan call center. "Karena ada sedikit kendala teknis, akuisisi CSA ditunda sehingga dana hasil rights issue nantinya akan dialihkan untuk modal kerja," ungkap Yentoro dalam acara public expose JAST yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (12/8). 

Baca Juga: Pendapatan Tunas Ridean (TURI) melesat 26% pada semester I 2021

Yentoro menjelaskan, rencana akuisisi CSA tetap berlanjut. Meskipun begitu, perusahaan tidak akan melakukan rights issue lagi untuk mendanai akuisisi ini, melainkan akan mengalihkan sebagian dana yang tadinya untuk modal kerja menjadi dana akuisisi.

Pengambilalihan CSA tetap dalam rencana, sebab aksi korporasi ini merupakan salah satu strategi JAST untuk mengembangkan smart city, smart living, dan managed service. Wakil Direktur Utama JAST Welly Kosasih menyampaikan, akuisisi ini juga diharapkan dapat meningkatkan basis klien serta diversifikasi usaha perusahaan.

Melalui akuisisi CSA, JAST akan mengembangkan aplikasi Jasgrid buatan PT Sakti Makmur Pratama untuk para tenant apartemen. Aplikasi ini dapat digunakan untuk pembayaran, service charge, hingga menyalurkan keluhan dan pengaduan dari para tenant.

"Aplikasi Jasgrid kami kembangkan jadi aplikasi tenant management system sehingga cakupannya lebih kecil, seperti untuk hotel, apartemen, dan kawasan. Kami juga akan memasukkan konsep e-commerce ke aplikasi tersebut jadi penghuni dapat membeli produk atau jasa dari merchant yang ada di lingkungan tersebut," tutur Welly.

Baca Juga: Semester I-2021, Waskita Karya (WSKT) bukukan pendapatan Rp4,7 triliun

Menurut Welly, pengembangan ini akan jadi proyek percontohan. Selanjutnya, JAST akan menawarkan sistem ini ke gedung-gedung maupun kawasan lainnya sebagai bagian dari misi perusahaan untuk fokus ke smart city dan smart living.

Asal tahu saja, pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) untuk meminta persetujuan rights issue yang berlangsung hari ini, 12 Agustus 2021 tidak mencapai kuorum. Oleh karena itu, perusahaan rencananya akan menyelenggarakan rapat kembali pada hari Jumat pekan depan. 

Selanjutnya: Laba bersih melonjak 280% di semester I-2021, ini kata Bumi Resources Minerals (BRMS)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×