kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Akhirnya, BUMI lepas 19% saham KPC


Kamis, 03 Juli 2014 / 12:31 WIB
ILUSTRASI. Simak syarat dapat diskon 10% tiket masuk ORGSM Day pakai kartu BCA


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya merealisasikan pelepasan 19% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada China Investment Corporation (CIC). Ini merupakan salah satu langkah perseroan untuk memangkas utang yang menggunung.

Ari Hudaya, Direktur Utama BUMI mengatakan, penjualan 19% saham KPC setara dengan US$ 950 juta. Jumlah utang perusahaan batubara milik Grup Bakrie ini kepada CIC mencapai US$ 1,989 juta. Angka ini termasuk pokok dan bunga utang, bunga yang ditangguhkan, dan pinalti atas pelunasan dipercepat.

Dengan adanya pengalihan saham KPC tersebut, maka jumlah utang BUMI tesisa US$ 1,039 juta. Langkah selajutnya, BUMI juga mengalihkan sahamnya dan 42% saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) milik perseroan.

Masing-masing nilainya setara dengan US$ 150 juta dan US$ 257 juta. Manajemen berharap, penyerahan saham BUMI dan BRMS ini bisa dilakukan pada September 2014 atau setelah pelaksanaan rights issue.

Dengan demikian, sisa utang BUMI ke CIC akan tersisa US$ 632 juta. Bunga yang dikenakan sebesar Libor+6,7% per tahun.

"Tidak ada kewajiban untuk membayar bunga atau pokok utang dalam waktu 12 bulan pertama," jelas Ari dalam pernyataan resminya, Kamis (3/7).

Adapun, utang pokok wajib dibayar per enam bulan selama dua tahun ke depan. Sedangkan, bunga pinjaman dibayar per bulan dimulai dari bulan ke-13.

"Kami percaya struktur permodalan yang baru disertai pemulihan harga batubara akan membuat kami menghasilkan keuntungan seperti sedia kala," imbuh Ari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×