kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Akhir tahun, harga kakao diramal bakal menguat


Jumat, 12 April 2013 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang memakai masker di terminal internasional Bandara LAX di Los Angeles, California, AS, di tengah pandemi COVID-19, 11 Maret 2020. REUTERS/Lucy Nicholson.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga komoditas kakao diramal memiliki kemungkinan besar untuk menguat. Bursa Efek Berjangka atau Jakarta Future Exchange (JFX) memprediksi, harga kakao bakal naik menjadi US$ 2.600 per metrik ton pada akhir tahun ini.

"Untuk jangka pendek, sekitar dua bulan ke depan, harganya naik menjadi US$ 2.400 per metrik ton, dari sebelumnya US$ 2.250 per metrik ton," ujar Renji Bestari, Officer Divisi Penelitian dan Pengembangan JFX.

Manajemen beranggapan, proyeksi kenaikan tersebut didasari oleh beberapa hal. Salah satunya yakni aktifnya peran pemerintah dalam pengembangan industri ini. Memang, produksi kakao sempat mengalami penurunan. Tapi, sejak dikeluarkan bea keluar kakao oleh pemerintah pada 2011 lalu, perlahan tapi pasti produksinya terus meningkat.

Nah, hal inilah yang memicu JFX untuk menerbitkan kontrak kakao beberapa waktu yang lalu. Kontrak ini merupakan sistem lindung nilai untuk fluktuasi harga kakao.

Kadang, banyak pabrik yang kongkalikong memainkan harga. Dengan kontrak kakao, diharapakan bisa meminimlisir praktek itu. "Soalnya, kontrak kakao punya batas bawah 5% dan batas atas 5%," imbuh Renji.

Dengan kontrak ini, manajemen juga berharap mampu memberikan acuan harga kepada petani kakao. Dengan begitu,  mereka tidak lagi menggunakan harga konsumen, tapi harga produsen.

Ternyata, sambutan terhadap kontrak ini cukup meriah. Hal itu bisa dibuktikan dengan peningkatan volume transaksi kontrak kakao. "Sejak diluncurkan pada Desember 2011, volume transaksinya 3.000 lot. Tapi sekarang, volumenya sudah mencapai 5.000 lot," pungkas Renji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×