Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Tak hanya mencatatkan kinerja sangat sangat gemilang, PT PP Properti Tbk (PPRO) juga mencetak pertumbuhan aset yang cukup signifikan sepanjang tahun 2015. Aset perseroan tercatat tumbuh 95% menjadi Rp 5,3 triliun.
Menagement PPRO menjelaskan dalam keterbukaan Jumat (4/3), pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh aksi korporasi yang dilakukan perseroan lewat penawaran umum perdana (Itial Public Offering/IPO) pada Mei 2015 lalu. PPRO mengantongi dana IPO sebesar Rp 908 miliar dengan menerbitkan 35% saham baru.
Selain itu, pertumbuhan aset tersebut juga didukung akuisisi anak perusahaan yakni PT Hasta Kreasimandiri pada bulan Desember 2015 lalu. Anak usah tersebut merupakan pengembang asal Balikpapan yang memiliki dua aset yakni hotel dan mall.
Aset lancar PPRO naik 45% atau senilai Rp 992 miliar yang terdiri dari dari kenaikan kas dan setara kas 56% menjadi Rp 357 miliar, piutang usaha naik 271%, pajak dibayar dimuka naik 9105 dan uang muka naik 80%.
Sedangkan aset tidak lancar naik 297% menjadi Rp 2,1 triliun. Ini terdiri dari pembelian tanah di Bekasi dan penambahan aset di Surabaya.
Jumlah utang PPRO naik 65% yoy menjadi Rp 2,8 triliun. Menagement PPRO menjelaskan, kenaikan ini sejalan dengan peningkatan pembangunan proyek yang menyebabkan utang usaha naik 285%, penambahan utang bank 40% dan kenaikan utang kepada PTPP sebesar 122% untuk akusisi PT Hasta Kemasindo.
Selain itu, PPRO juga melakukan pelunasan utang non bank ke Danareksa Capital senilai Rp 150 miliar pada Mei 2015 dan melakukan pembayaran utang ke PTPP Rp 100 miliar pada Juni 2015.
Sedangkan total ekuitas PPRO melesat 144% jadi Rp 2,5 triliun setelah melakukan IPO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













