kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

AGII bidik pertumbuhan di Indonesia Timur


Minggu, 16 Juli 2017 / 18:24 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) mengharapkan pertumbuhan bisnis lebih pesat pada kawasan Indonesia timur. Gencarnya pembangunan infrastruktur yang sedang dibangun pemerintah menjadi salah satu faktor penunjang.

Ekspansi AGII diantaranya berupa penambahan stasiun pengisian gas atau filling station. Nah, rencananya emiten ini ingin menambah 11 filling station tahun ini. Hingga semester I-2017 saja, AGII sudah membuka sekitar 6 filling station baru.

"Sulawesi paling banyak, sampai 4 filling station," kata Rachmat Harsono Wakil Direktur Utama AGII kepada KONTAN, Minggu (16/7).

Sebagian pembangunan filling station di Sulawesi tersebut, sedang dalam proses. Sebagian lainnya sudah selesai. Dia menyatakan, selain Sulawesi wilayah lain yang disasar yakni Ternate, Kalimantan dan ada Sumatera yang juga dibidik.

Sayangnya, dia tidak merinci lokasi persis dimana pembangunan tersebut berada. "Filling station yang belum selesai, saat ini sedang dalam proses," tambahnya.

Indonesia timur dilirik lantaran adanya permintaan gas yang sedang membaik di wilayah tersebut. Pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut, sedang berjalan. Sehingga AGII ingin menjadi pemasok gas utama. "Infrastruktur kan sedang dibangun, jadi kami mengikuti. Kami harus ada sebelum orang lain ada," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×