kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aeon dan Central Group incar saham Matahari


Jumat, 25 Januari 2013 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean dirawat di rumah sakit, begini kondisinya.


Sumber: Reuters |

HONG KONG. Perusahaan Jepang Aeon Co Ltd dan unit bisnis perusahaan Thailand, Central Group, tengah mengincar saham PT Matahari Department Store yang dimiliki CVC. Sumber Reuters mengungkapkan bahwa CVC hendak menjual kepemilikannya seharga US$ 3,5 miliar.

Reuters melaporkan pada Oktober lalu bahwa CVC telah mengontrak bank untuk membantunya menjual 80% saham Matahari. Perusahaan private equity fund itu membeli saham matahari di tahun 2010 seharga US$ 790 juta, transaksi akuisisi terbesar yang dilakukan private equity di Indonesia. CVC menggandeng kendaraan investasi PT Matahari Putra Prima Tbk dalam pembelian itu.

Kini, CVC dan penasihat investasinya menyusun formula penjualan saham ke publik atau malah menjual seluruh bisnis Matahari ke suatu perusahaan. Strategi ini dikenal dengan nama proses dual-track.

Minat Aeon dan Central Group atas Matahari datang menjelang batas waktu Maret 2013. Apabila sampai batas waktu ini tak ada perusahaan yang mau meminang Matahari, maka CVC akan menjual sahamnya ke publik.

Akan tetapi, Aueon membantah bahwa pihaknya sedang mengejar Matahari. Begitu juga Central Group.

Namun, sumber Reuters yang langsung mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Aueon dan Central Group telah menyewa bank untuk menjadi penasihat investasinya dalam pembelian ini. CVC sendiri menolak berkomentar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×