kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Adhi Karya bidik kontrak baru 2018 naik 25%


Selasa, 09 Januari 2018 / 20:40 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) optimistis masih akan meraup kontrak baru yang lebih besar tahun ini.

"Kami targetkan kontrak baru tumbuh 20% hingga 25%," ujar Direktur Keuangan ADHI Harris Gunawan, Selasa (9/1).

Sepanjang 2017, kontrak baru ADHI di luar proyek LRT sekitar Rp 19,3 triliun, naik sekitar 17% dibanding periode 2016. Jika digabungkan dengan proyek LRT yang memiliki nilai Rp 20,7 triliun, maka nilai perolehan kontrak ADHI sepanjang 2017 mencapai sekitar Rp 40 triliun.

Sehingga, dengan asumsi pertumbuhan kontrak baru antara 20% hingga 25%, maka ADHI tahun ini mengincar perolehan kontrak baru sekitar Rp 22,8 triliun hingga Rp 23,75 triliun.

Bukan hanya dari potensi perolehan kontrak, sentimen positif juga datang dari kejelasan skema pembayaran proyek LRT. ADHI akan menerima pembayaran dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) setiap tiga bulan. Nilai pembayarannya mengikuti perkembangan pengerjaan LRT selama kurun waktu tersebut.

Hal ini tentunya positif bagi ADHI. Per September 2017, cashflow ADHI negatif sekitar Rp 3 triliun. Dana yang masuk melalui pembayaran pertama senilai Rp 4 triliun akan mengeliminasi cashflow negatif tersebut, sehingga, cashflow ADHI kuartal I-2018 diperkirakan akan kembali positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×