kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

ADHI jajaki pendanaan ke Amerika Serikat


Rabu, 06 Desember 2017 / 21:28 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Isu terkait dengan pendanaan emiten konstruksi makin menghangat di pasar. Meskipun bukan isu baru, belakangan pasar mencermati kemampuan emiten terkait dengan arus kas perusahaan. Maklumlah, tahun depan, pemerintah diyakini menggenjot proyek-proyek infrastruktur.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) salah satunya yang juga menggarap proyek infrastruktur. Adalah proyek light rail transit (LRT) yang kini sedang dikerjakan oleh ADHI. Asal tahu, total nilai proyek LRT tersebut berkisar Rp 31 triliun. Angka ini membengkak, karena sebelumnya diperkirakan mencapai Rp 27 triliun.

Melihat hal tersebut, ADHI berusaha mencari alternatif pendanaan. Salah satu yang sedang dijajaki yakni menjaring dana dari negeri Paman Sam.

"Yang jelas, kami lagi proses untuk pencarian dana langsung ke asing. Bukan global bonds, tapi pinjaman langsung ke asing. Bukan perbankan juga, tapi pinjaman langsung dari luar negeri," kata Haris Gunawan, Direktur Keuangan ADHI kepada Kontan.co.id, Rabu (6/12).

Lebih lanjut, Haris menyatakan pihaknya sedang menjajaki pinjaman dengan Moore Stephens, dimana Bank Mandiri nanti turut serta dalam proses pinjaman tersebut. Selain itu, juga menjajaki pinjaman dengan Brothers Funding. Keduanya berasal dari Amerika Serikat.

Sayangnya, belum ketahuan berapa pinjaman yang diincar dari pinjaman luar negeri tersebut. ADHI mengaku telah menyiapkan alternatif pendanaan untuk proyek LRT. "Kalau dari ADHI, sebetulnya pembiayaan untuk LRT ini sudah kami siapkan," kata Haris.

Cuma, lanjutnya, pihaknya memerlukan kepastian mengenai penjaminan proyek tersebut. Apakah nanti, ADHI akan dibayar, atau melalui mekanisme joint venture (JV). "Ini kan belum clear. Tapi untuk mengantisipasi bahwa proyek ini harus selesai di 2019, itu kita sudah siapkan pendanaan," tambahnya.

Sebelumnya, ADHI telah memperoleh dana dari PMN atau penyertaan modal negara sebesar Rp 1,4 triliun. Selain itu, ADHI juga sudah melakukan pencadangan dari obligasi. Pinjaman bank juga sudah berjalan.

"Sudah sertifikasi untuk pembiayaan LRT ini. Maka sampai hari ini pun kita sudah keluarkan sampai Rp 5 triliun untuk LRT. Untuk proyek lain tidak ada isu," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×