kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.888   6,00   0,03%
  • IDX 6.310   -63,87   -1,00%
  • KOMPAS100 824   -11,26   -1,35%
  • LQ45 627   -7,28   -1,15%
  • ISSI 218   -1,94   -0,88%
  • IDX30 350   -4,14   -1,17%
  • IDXHIDIV20 426   -3,54   -0,82%
  • IDX80 94   -1,26   -1,32%
  • IDXV30 118   -0,79   -0,67%
  • IDXQ30 111   -1,10   -0,99%

ADHI Bidik Tiga Proyek Baru Senilai Rp 25,5 Triliun


Jumat, 23 April 2010 / 06:33 WIB


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Test Test

JAKARTA. Di usianya yang ke-50 tahun, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) terus menggelar ekspansi usaha. Perusahaan konstruksi pelat merah ini tengah mengincar tiga proyek konstruksi Engineering Procurement Construction (EPC) dengan total nilai investasi Rp 25,5 triliun.

Presiden Direktur ADHI Bambang Triwibowo mengungkapkan, pihaknya tengah mengikuti tender tahap awal untuk tiga proyek tersebut. Dua proyek EPC adalah pembangunan kilang minyak milik Exxon Mobil di Blok Cepu untuk Paket Satu dan Paket Lima. "Paket Satu nilainya Rp 12 triliun, sedangkan Paket Lima sekitar Rp 1,2 triliun," katanya, kemarin (22/4).

Sedangkan satu proyek lagi adalah tender penambahan kilang RFCC di Cilacap. Nilai proyeknya Rp 12 triliun. ADHI menggandeng perusahaan asal Korea Selatan yang telah berpengalaman di bidang EPC untuk tender kilang minyak di Cepu. "Komposisi kepemilikannya, kami 45% dan sisanya investor Korea," ujar Bambang. Sedangkan modal kerja yang dibutuhkan hanya 10% hingga 12% dari total nilai proyek.

Direktur Keuangan ADHI Supardi menambahkan, perusahaan Korea ini bisa memberikan nilai plus bagi ADHI untuk bersaing mendapatkan proyek itu. Apalagi, ini adalah proyek minyak terbesar yang mau dimenangkan ADHI.

Di proyek Cepu Paket Satu, ADHI harus bersaing dengan delapan perusahaan asing lain. "Kalau yang Paket Lima, ada tiga kontraktor termasuk kami yang lolos," ujar Bambang. Sedangkan proyek di Cilacap, Adhi Karya berebut dengan empat kontraktor.

Ekspansi usaha itu demi mencapai target kontrak senilai Rp 15,6 triliun pada tahun ini. Dari jumlah itu, sebesar Rp 5,75 triliun merupakan kontrak bawaan tahun 2009, dan Rp 9,87 triliun merupakan kontrak baru. Hingga kini, ADHI telah memperoleh kontrak baru Rp 808 miliar. Sedangkan pendapatan kuartal satu 2010 ADHI sebesar Rp 957 miliar. Namun, laba bersihnya melorot menjadi Rp 4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×