kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Adaro Energy gandeng EMR incar aset tambang di Australia


Senin, 12 Maret 2018 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Tambang Batubara PT Adaro


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dikabarkan tengah bersiap melakukan tender untuk mengakuisisi aset tambang batubara milik Rio Tinto's Hail Creek dan Kestrel. Nantinya, Adaro akan membentuk konsorsium dengan EMR Capital untuk melakukan tender ini.

President Director and CEO Adaro Garibaldi Thohir membenarkan rencana tersebut. "Kalau ada tawaran luar negeri dan bisa bersinergi kenapa tidak," katanya, Senin (12/3). Adaro ingin memegang 49% dari aset tersebut.

Menurut Garibaldi, sebagai pemain baru di segmen coking coal, ADRO harus bersinergi. Itu sebabnya, ADRO tak akan menyia-nyiakan kesempatan kerja sama dalam bisnis coking coal ini.

Garibald bilang, saat ini, ADRO memang tengah ekspansi untuk pengembangan coking coal. Fokus pengembangan coking coal di Kalimantan Tengah. Ia mengatakan selain Kalimantan Tengah, ADRO akan terus melihat peluang-peluang yang bisa dijajaki.

Produksi coking coal Adaro belum terlalu banyak yakni sebesar 1 juta metrik ton per tahun yang berasal dari Kalimantan Tengah. Ke depan, perusahaan berharap bisa menaikkan produksi coking coal hingga 2juta-3 juta metrik ton per tahun.

Sebagai informasi, tahun ini, ADRO menargetkan produksi batubara sebesar 54 juta-56 juta metrik ton. Target produksi tersebut tak berbeda dengan realisasi produksi tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×