kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ada Wacana Penurunan Batas Komisi Aplikasi, Simak Prospek Kinerja GoTo Gojek (GOTO)


Senin, 19 Januari 2026 / 12:00 WIB
Ada Wacana Penurunan Batas Komisi Aplikasi, Simak Prospek Kinerja GoTo Gojek (GOTO)
ILUSTRASI. Presiden Prabowo berencana pangkas komisi aplikasi ojol jadi 10%. Pelajari potensi kerugian GoTo dan strategi mitigasinya. (DOK/GOTO)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Unit bisnis On-Demand Services (ODS) milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berpotensi terganggu jika Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Perpes yang turut mengatur kebijakan industri transportasi daring. 

Salah satu poin utama adalah penurunan batas maksimal potongan komisi aplikasi dari 20% menjadi 10% per perjalanan. Perusahaan diwajibkan menanggung penuh asuransi kecelakaan dan kematian bagi pengemudi. 

Head of Research KISI Muhammad Wafi mengatakan aturan tersebut berpotensi tekan pendapatan segmen ODS karena pemangkasan komisi bisa menggerus margin dari bisnis ini. 

Baca Juga: Ada Wacana Penurunan Batas Komisi Aplikasi, Begini Efeknya ke Bisnis GOTO

“Kemungkinan manajemen GOTO akan melakukan mitigasi dengan menaikkan biaya aplikasi, tetapi langkah ini berisiko karena bisa menurunkan permintaan dari konsumen,” jelasnya kepada Kontan, Kamis (15/1/2026). 

Wafi menyoroti meski bisnis financial technology (fintech) punya margin yang tinggi dan menjadi pertumbuhan secara grup, tetapi fintech belum tentu bisa menutup potensi lubang pendapatan dari ODS. 

“ODS itu pintu masuk ekosistem. Kalau transaksinya lambat, volume transaksi pembayaran berisiko ikut terdampak,” kata Wafi. 

Baca Juga: Wacana Pemangkasan Batas Maksimal Komisi, Bisnis ODS GOTO Berpotensi Terdampak

Oleh karena itu, Wafi menyarankan investor untuk wait and see terlebih dahulu sampai aturan tersebut ada kejelasan. 

Menilik kinerja per 30 September 2025, GOTO mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 13,29 triliun. Raihan tersebut meningkat 14% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 11,66 triliun. 

Pendapatan bersih bisnis fintech GOTO mencapai Rp 4,1 triliun atau melonjak 71% YoY.  Di periode yang sama, pendapatan bersih dari segmen ODS mencapai Rp 9,19 triliun, yang tumbuh 18% YoY. 


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×