kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ada 49 Perusahaan Antre IPO di Pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI)


Jumat, 14 April 2023 / 10:38 WIB
Ada 49 Perusahaan Antre IPO di Pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI)
ILUSTRASI. ada 49 perusahaan antre untuk melakukan IPO


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 49 tengah antre untuk melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan sampai dengan 14 April 2023, sudah ada 31 emiten baru dengan dana yang dihimpun Rp 22,7 triliun.

"Hingga saat ini, terdapat 49 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham Bursa Efek Indonesia," kata Nyoman, Jumat (14/4).  

Berdasarkan asetnya ada 5 perusahaan dengan aset skala kecil atau asetnya di bawah Rp 50 miliar. Lalu, 28 perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar.

"Dan 16 perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar," papar Nyoman.

Baca Juga: Animo Masih Tinggi, Antrean IPO di Sekuritas Masih Panjang

Calon emiten pada sektor konsumer non primer paling banyak tercatat dalam pipeline sebanyak 10 perusahaan. Menyusul sektor teknologi sebanyak 7 perusahaan.  

Jika berdasarkan sektor, berikut ini rincian dari pipeline IPO Bursa Efek Indonesia per 14 April 2023.

  • 6 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
  • 10 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
  • 6 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;
  • 2 Perusahaan dari sektor Energy;
  • 2 Perusahaan dari sektor Financials;
  • 1 Perusahaan dari sektor Healthcare;
  • 3 Perusahaan dari sektor Industrials;
  • 2 Perusahaan dari sektor Infrastructures;
  • 5 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;
  • 7 Perusahaan dari sektor Technology;
  • 5 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×