kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Ada 12 emiten pelat merah bakal buyback saham, perhatikan saran analis


Selasa, 10 Maret 2020 / 20:05 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung melintas di depan papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Selasa (10/3). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 1,64% ke level 5.220,83 setelah anjlok hingga 6,58% pada perdagangan hari sebelumnya. /pho KONTAN/Carol


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

Sehingga bila penurunan yang signifikan dari saham-saham BUMN bisa teredam, maka IHSG pun demikian.  Ini juga menandakan bahwa pasar masih berpotensi mengalami penurunan.

"Kalau makro masih berat, ya tidak bisa buyback menjadi pertimbangan utama untuk berinvestasi. Artinya kalau makro seperti ini terus, ini (buyback) tidak bisa mengangkat harga saham," jelas dia. 

Baca Juga: Mengukur kesiapan dana Bukit Asam (PTBA) untuk melakukan buyback saham

Lebih lanjut, dalam hal emiten ingin memanfaatkan relaksasi buyback maka harus memperhatikan dua hal. Pertama, emiten harus memiliki kas yang cukup untuk operasional dalam 3-6 bulan ke depan. Kedua, dana untuk buyback sebaiknya tidak berasal dari utang. 

"Jadi ketika mereka memutuskan buyback dan saat bersamaan ketika harus buyback mereka menambah pinjaman, itu yang kurang pas," imbuh Alfred.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×