kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.606   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AALI, INCO, dan DGIK bergerak tidak wajar hari ini


Senin, 06 Juni 2011 / 16:58 WIB
ILUSTRASI. Panen udang vaname di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (18/9/2019). Sekitar 18 ton udang vaname dipanen dari sepuluh tempat pembudidayaan di lokasi itu. Surya/Aflahul Abidin


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,26%. Sejumlah saham berikut memiliki pergerakan tidak wajar pada transaksi hari ini.

- PT Astra Agro Lestari (AALI) turun 1,1% menjadi Rp 23.600. Disinyalir, penurunan kontrak harga crude palm oil (CPO) sebesar 0,7% menjadi 3.397 ringgit per ton menjadi penyebabnya.

- PT Duta Graha Indah (DGIK) melonjak 7,5% menjadi Rp 129. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 6 Januari lalu. Dikabarkan, Asiariver Advisors Pte berencana membeli 20% saham DGIK pada minggu ini dengan kisaran harga Rp 120 hingga Rp 150.

- PT International Nickel Indonesia (INCO) turun 1,1% menjadi Rp 4.725. Ini merupakan penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir. Menurut Presiden Direktur INCO Tony Wenas, tingkat produksi nikel INCO bakal turun tahun ini seiring dengan penutupan tambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×