kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

5 Saham Seperti BREN DSSA CTRA Ditendang Dari LQ45, Cek Saham BLue Chip Mei-Juli 2026


Sabtu, 25 April 2026 / 06:45 WIB
5 Saham Seperti BREN DSSA CTRA Ditendang Dari LQ45, Cek Saham BLue Chip Mei-Juli 2026
ILUSTRASI. 5 Saham Seperti BREN DSSA CTRA Ditendang Dari LQ45, Cek Saham BLue Chip Mei-Juli 2026


Reporter: Adi Wikanto, Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak komposisi indeks LQ45 dalam evaluasi mayor yang berlaku untuk periode 4 Mei 2026 sampai 31 Juli 2026. Perubahan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menyangkut saham-saham unggulan yang identik dengan saham blue chip dan kerap menjadi acuan investor institusi.

Dalam evaluasi terbaru, lima saham dikeluarkan dari indeks LQ45, yakni:

- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Sebagai pengganti, BEI memasukkan lima saham baru ke indeks LQ45:

- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

Baca Juga: Emas Dinilai Efektif Jaga Nilai Dana Haji, Ini Strateginya

Sebelumnya BREN Berstatus Pendatang Baru di LQ45

Menarik dicermati, lima saham yang kini keluar dari LQ45 sebelumnya merupakan bagian dari konstituen periode efektif 2 Februari 2026–30 April 2026.

Dalam komposisi sebelumnya, BREN bahkan berstatus saham baru di LQ45, sementara CTRA, DSSA, HEAL dan NCKL berstatus tetap. Artinya, evaluasi mayor kali ini menunjukkan perubahan signifikan dalam komposisi indeks unggulan.

Dengan perubahan ini, komposisi baru LQ45 menegaskan rotasi sektor yang menarik, terutama menguatnya tema energi, digital dan sumber daya.

Sementara sejumlah anggota lama LQ45 lain tetap bertahan seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, ANTM, AMMN, ADRO, ADMR, PGEO hingga UNTR.

Keberlanjutan saham-saham inti tersebut memberi sinyal bahwa indeks masih ditopang emiten berkapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi, sementara saham yang masuk baru memberi warna pertumbuhan baru.

Berikut daftar saham Indeks LQ45 periode Mei 2026 s.d. 31 Juli 2026 

  1. AADI    PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
  2. ADMR    PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
  3. ADRO    ADARO ENERGY Tbk
  4. AKRA    AKR Corporindo Tbk
  5. AMMN    PT Amman Mineral Internasional Tbk.
  6. AMRT    Sumber Alfaria Trijaya Tbk
  7. ANTM    Aneka Tambang (Persero) Tbk
  8. ASII    Astra International Tbk
  9. BBCA    Bank Central Asia Tbk
  10. BBNI    Bank Negara Indonesia Tbk
  11. BBRI    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  12. BBTN    Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  13. BMRI    Bank Mandiri (Persero) Tbk
  14. CUAN    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
  15. BRPT    Barito Pacific Tbk
  16. BUMI    Bumi Resources Tbk
  17. CPIN    Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  18. DEWA  PT Darma Henwa Tbk
  19. EMTK    Elang Mahkota Teknologi Tbk
  20. ESSA  PT ESSA Industries Indonesia Tbk 
  21. EXCL    PT XL Axiata Tbk
  22. GOTO    PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
  23. HRTA   PT Hartadinata Abadi Tbk 
  24. ICBP    Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  25. INCO    Vale Indonesia Tbk
  26. INDF    Indofood Sukses Makmur Tbk
  27. INKP    Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
  28. ISAT    Indosat Tbk
  29. ITMG    Indo Tambangraya Megah Tbk
  30. JPFA    JAPFA Comfeed Indonesia Tbk
  31. KLBF    Kalbe Farma Tbk
  32. MAPI    Mitra Adiperkasa Tbk
  33. MBMA    PT Merdeka Battery Materials Tbk
  34. MDKA    PT Merdeka Copper Gold Tbk.
  35. MEDC    Medco Energi Internasional Tbk
  36. PGAS    Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
  37. PGEO    PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
  38. PTBA    Tambang Batubara Bukit Asam Tbk
  39. SCMA    Surya Citra Media Tbk
  40. SMGR    Semen Indonesia (Persero) Tbk
  41. TLKM    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  42. TOWR    Sarana Menara Nusantara Tbk
  43. UNTR    United Tractors Tbk
  44. UNVR    Unilever Indonesia Tbk 
  45. WIFI PT Solusi Sinergi Digital Tbk

Tonton: Ekonom Ingatkan Inflasi Terancam Naik Jika Harga Minyak Bertahan Tinggi

Saham BREN, DSSA dan NCKL Juga Keluar dari IDX80

Tidak hanya dari LQ45, tiga saham yakni BREN, DSSA dan NCKL juga terdepak dari indeks IDX80.

Ketiganya keluar bersama dua emiten lain:

- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)

Perubahan ini menandakan adanya penyesuaian berdasarkan evaluasi likuiditas, kapitalisasi pasar dan faktor seleksi indeks lainnya yang dilakukan BEI secara berkala.

ADMR Gantikan ISAT di IDX30

Selain perubahan di LQ45 dan IDX80, BEI juga mengubah komposisi indeks IDX30.

PT Indosat Tbk (ISAT) keluar dari IDX30 dan posisinya digantikan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Masuknya ADMR dinilai mempertegas dominasi saham berbasis energi dan komoditas dalam indeks utama di tengah sentimen sektor yang masih menjadi perhatian pasar.

Apa Dampak Rebalancing LQ45 untuk Investor?

Perubahan komposisi LQ45 kerap menjadi katalis jangka pendek bagi saham yang masuk maupun keluar indeks.

Saham yang masuk LQ45 berpotensi mendapat sentimen positif karena:

- Berpeluang dilirik dana institusi dan fund manager
- Berpotensi masuk radar investor pasif berbasis indeks
- Meningkatkan eksposur dan potensi likuiditas perdagangan

Sementara saham yang keluar indeks berisiko menghadapi:

- Tekanan jual jangka pendek akibat rebalancing portofolio
- Penurunan minat investor indeks pasif
- Potensi volatilitas sementara

Meski begitu, keluarnya saham dari indeks tidak selalu mencerminkan pelemahan fundamental emiten.

Tonton: Investor Singapura Mau Caplok Saham Hassana Boga (NAYZ)

Saham Pendatang Baru LQ45 Menarik Dicermati

Masuknya CUAN, DEWA, ESSA, HRTA dan WIFI memberi warna baru di LQ45, terutama dari tema energi, komoditas hingga digital.

CUAN dan DEWA menarik perhatian karena eksposur sektor tambang dan energi.

ESSA masih dipantau karena katalis industri energi dan kimia. Sementara HRTA mewakili sektor konsumsi berbasis emas, dan WIFI membawa eksposur tema digital infrastructure yang mulai mendapat sorotan.

Baca Juga: 13 Saham Cum Date Pekan Depan, Dividend Hunter Bisa Cermati Saham Pilihan Analis Ini

Sentimen Rebalancing Bisa Jadi Momentum Trading?

Bagi trader, perubahan indeks LQ45 kerap menjadi momentum trading berbasis sentimen rebalancing.

Investor jangka panjang, di sisi lain, tetap perlu menempatkan perubahan indeks sebagai salah satu faktor pertimbangan, bukan satu-satunya dasar keputusan investasi.

Fokus tetap perlu diarahkan pada:

- Fundamental emiten
- Valuasi saham
- Prospek sektor
- Likuiditas dan risiko volatilitas

Evaluasi mayor LQ45 kali ini berpotensi menciptakan rotasi minat pasar, terutama pada saham-saham pendatang baru yang berpeluang mendapat arus dana tambahan.

Dengan perubahan komposisi ini, investor patut mencermati apakah saham-saham baru penghuni LQ45 mampu menjaga momentum, atau justru hanya menjadi katalis jangka pendek di tengah volatilitas pasar.


 

Usai Khalid Basalamah, KPK Panggil Empat Bos Biro Travel Haji

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×