kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sentimen Brexit menyeret poundsterling

Minggu, 11 Februari 2018 / 21:05 WIB

Sentimen Brexit menyeret poundsterling
ILUSTRASI. Uang Poundsterling Inggris
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar tengah melarikan dana ke aset safe haven. Akibatnya poundsterling yang terpapar data neraca dagang defisit makin terkoreksi di hadapan euro. Di pasar spot, pasangan EUR/GBP pada penutupan 9 Februari naik 0,69% ke 0,8864

Kejatuhan poundsterling lantaran data neraca dagang bulan Desember Inggris menunjukkan posisi defisit untuk dua bulan berturut. Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris pada 9 Februari lalu melaporkan neraca dagang Inggris bulan Desember mengalami defisit menjadi 13,6 miliar poundsterling dibanding periode sebelumnya yang defisit 12,5 miliar poundsterling.

Sedangkan dari sisi politik Inggris, Michael Barnier, Kepala Negosiasi Brexit dari Uni Eropa menyatakan periode transisi Brexit tidak dapat dipastikan. Padahal, sebelumnya Perdana Menteri Inggris Theresa May sempat mengumumkan kecondongannya pada opsi hard Brexit dan membuat sterling unggul.

"Selain data neraca, ada ancaman risk sentiment dari pasar saham dan isu Brexit kembali menjadi kendala," jelas Analis PT Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono, Sabtu (10/2) kepada KONTAN.

Akibatnya, sterling berpotensi mengalami pelemahan dalam sepekan karena isu Brexit bakal mempengaruhi mata uang ini dalam jangka pendek.

Sedangkan dari sisi euro, perekonomian Uni Eropa senantiasa masih kuat. Apalagi sentimen dari koalisi pemerintah Jerman yang sukses menggandeng tiga partai mendorong penguatan euro dalam pekan ini.

Namun pemilihan enam menteri Jerman kini jatuh pada tangan partai Demokrat Sosial Jerman (SPD) dan memberi kekhawatiran pada arah ekonomi Jerman.

Secara teknikal, pasangan ini menunjukkan tren pelemahan jangka pendek. Indikator moving average (MA) menunjukkan formasi bearish dan didukung oleh indikator moving average convergence divergence yang negatif.

Indikator relative strength index juga bearish di level 46,93. Namun indikator relative strength index masih di level 54,76.

Wahyu merekomendasikan buy di support 0,88 - 0,874 - 0,86 dan resistance 0,89 - 0,896 - 0,9. Namun bila harga mendekati level 0,9 maka terdapat potensi koreksi dan merekomendasikan sell on strength.


Reporter Tane Hadiyantono
Editor : Yudho Winarto

POUNDSTERLING

Berita terbaru Investasi

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]